Efektif Turunkan Stunting, SI BENING Pilot Project Semarang Barat Bisa Jadi Contoh di Kecamatan Lain

Pemberian makanan tambahan bergizi bagi balita penderita stunting di Semarang Barat.

SEMARANG, 15/7 (BeritaJateng.tv) – Kecamatan Semarang Barat berhasil menurunkan angka stunting dalam kurun waktu satu bulan berkat program Si Bening (semua ikut bergerak bersama menangani stunting). Program ini pun menjadi pilot project untuk penanganan stunting yang dapat diadopsi di kecamatan lainnya.

Camat Semarang Barat, Elly Asmara mengatakan, pemerintah mengalokasikan pemberian makanan tambahan (PMT) untuk anak-anak dengan kategori stunting selama tiga bulan mulai Januari hingga Maret.

Selepas program PMT dari pemerintah, pemberian makanan tambahan di Kecamatan Semarang Barat tetap berlangsung dengan swadaya masyarakat yang kemudian menjadi program Si Bening. Program ini digagas oleh Ketua Forum Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi yang menjadi pilot project di Kelurahan Salaman Mloyo, Semarang barat.

Program ini dimulai pada Mei. Angka stunting di Kecamatan Semarang Barat pun turun menjadi 40 anak dari semula 55 anak pada Juni.

Dalam satu bulan, pemenuhan gizi anak-anak stunting di Kecamatan Semarang Barat mencapai Rp 50 juta dengan swadaya masyarakat.

“Semarang Barat sudah punya orang tua asuh untuk menjalankan program Si Bening. Orang tua asuh ini membantu makanan setiap hari selama tiga kali,” kata Elly, Kamis (14/7/2022).

Elly melanjutkan, pemberian makanan tambahan bagi anak-anak stunting dari swadaya masyarakat dipusatkan di Kelurahan Salaman Mloyo. Ada pula yang dibagikan langsung ke rumah-rumah oleh pihak kelurahan bersama Babinsa setempat.

“Bahkan perangkat Kelurahan ini kadang juga menjemput mereka untuk bisa mendapatkan makanan tambahan, sampai anak-anaknya juga disuapin dan diajak bermain,” tambahnya.

Pemantuan anak stunting di Semarang Barat, sambung Elly, juga tidak lepas dari peran petugas puskesmas. Seluruh pihak bergerak bersama demi penurunan angka stunting. Program Si Bening ini dinilai membawa dampak yang baik untuk penurunan angka stunting di wilayahnya. Dia berharap, ini bisa diimplementasikan di kecamatan lainnya agar kasus stunting di Kota Semarang bisa segera terselesiaian.

Ketua Forum Komunikasi Kesehatan Kecamatan (FKKK) Semarang Barat, Femega Dian Elly Asmara mengaku, turun langsung ke lapangan untuk pemberian makanan tambahan. Dia juga memberikan semangat dengan cara memberikan sertifikat lulus stunting kepada anak yang sudah mencapai berat badan yang ideal.

Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan stunting diantaranya kebersihan lingkungan, ekonomi keluarga, hingga akibat pernikahan dini.

Maka di samping penanganan, perlu ada edukasi pencegahan stunting mulai dari masa pranikah maupun saat hamil.

“Ada program dari Dinas Kesehatan Kota Semarang yang bisa terintegrasi dengan (ecamatan misalnya Posyandu remaja, penyuluhan pra nikah yang bekerjasama dengan KUA. Ini bisa dilakukan untuk menjadi salah satu cara pencegahan stunting,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pendataan untuk pencegahan stunting di lingkungan kecamatan mulai dari pendokumentasian data dari awal hingga akhir seperti pendataan lingkungan sekitar rumah mulai dari sanitasi, hingga air bersih.

“Jadi, kami akan lakukan pendataan terutama di kelurahan yang memiliki angka stunting tinggi,” ucapnya.

Program SI BENING yang digagas Semarang Barat, rencananya juga akan menjadi contoh dan diterapkan di 16 kecamatan di Kota Semarang. Hal ini ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama untuk sukseskan program SI BENING atasi stunting bersama Ketua Forum Kota Sehat Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi dan 16 Camat di Semarang sebagai bentuk komitmen untuk mensukseskan SI BENING. (Ak/El)

Leave a Reply