Jateng

Belasan Rumah Dinas di Semarang Terbengkalai Disebut Aset Sitaan Negara? Ini Kata Ketua RT

×

Belasan Rumah Dinas di Semarang Terbengkalai Disebut Aset Sitaan Negara? Ini Kata Ketua RT

Sebarkan artikel ini
rumah dinas semarang terbengkalai
Penampakan rumah dinas di Kelurahan Bojongsalaman yang kosong dan terbengkalai, Rabu, 16 April 2025. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kondisi belasan rumah dinas di Kelurahan Bojongsalaman, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, tampak memprihatinkan.

Rumah-rumah yang dulunya dihuni oleh pegawai Ditjen Perbendaharaan Departemen Keuangan RI dan Pengadilan Negeri (PN) Semarang itu kini terbengkalai, penuh dengan ilalang dan semak belukar.

Rumah-rumah tersebut berada dalam satu kompleks di sepanjang Jalan Pamularsih Dalam I. Tidak hanya kosong, bangunan juga terlihat rusak dan tak terurus.

Beberapa bahkan kehilangan material bangunan akibat di ambil oleh penghuni sebelumnya.

BACA JUGA: Film Horor Komedi Rumah Dinas Bapak Hadirkan Teror Realistis dari Kisah Nyata

Mulanya, beredar kabar di media sosial bahwa deretan rumah kosong tersebut merupakan aset sitaan negara melalui proses hukum.

Namun, Ketua RT 1 RW 9 Kelurahan Bojongsalaman, Okky Tavianto, menepis isu tersebut. Ia menegaskan bahwa rumah-rumah tersebut merupakan rumah dinas resmi milik dua instansi negara.

“Jadi saya luruskan, sejak saya tinggal di sini sekitar tahun 1983. Wilayah RT saya ini merupakan kompleks perumahan dinas Ditjen Perbendaharaan Departemen Keuangan RI dan PN Semarang,” Ujar Okky saat beritajateng.tv temui, Rabu, 16 April 2025.

Kosong sejak penghuni lama meninggalkan

Menurut sepengetahuan Okky, rumah-rumah tersebut mulai kosong sejak sekitar tahun 2021. Saat itu, para pensiunan pegawai masih boleh menempati rumah dinas meski telah purna tugas.

Namun setelah batas waktu berakhir dan para penghuni tak juga pindah, pemerintah mengambil langkah tegas. Sayangnya, sebelum penghuni pindah, mereka membongkar dan membawa sejumlah material rumah.

“Itu bikin rumah dinas sedikit berantakan, pegawai baru mungkin mikir-mikir saat mereka di kasih rumah dinas dalam kondisi jelek dan akhirnya di kosongkan sampai sekarang,” beber Okky.

BACA JUGA: Kisah Mbah Sani, Lansia 94 Tahun Hidup Sebatang Kara di Belakang Rumah Bupati Blora

Kerusakan inilah yang menurut Okky menjadi penyebab para pegawai baru enggan menempati rumah dinas tersebut. Akibatnya, hingga kini setidaknya 19 rumah tersebut dibiarkan kosong dan tak berpenghuni.

“Terdiri dari 14 rumah milik Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan 5 milik PN Semarang,” rinci Okky.

Atas kejadian ini, Okky berharap pihak instansi terkait segera mengambil langkah perbaikan. Selain merusak estetika lingkungan, rumah-rumah terbengkalai itu juga memicu kekhawatiran warga soal keamanan dan kebersihan. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp