Jateng

Estafet Kepemimpinan Apindo Jateng, Ketua Baru Diharapkan Bisa Jawab Tantangan Industri

×

Estafet Kepemimpinan Apindo Jateng, Ketua Baru Diharapkan Bisa Jawab Tantangan Industri

Sebarkan artikel ini
Ketua Apindo Jateng, Frans Kongi saat Musyawarah Provinsi ke-13 Apindo Jateng. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)
Ketua Apindo Jateng, Frans Kongi saat Musyawarah Provinsi ke-13 Apindo Jateng. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Estafet kepemimpinan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah (Jateng) resmi berpindah tangan di tengah tekanan berat yang dihadapi sektor industri akibat konflik global.

Manajer Distribusi PT Sukun Wartono Indonesia, Helmi Tas’an Wartono, terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Apindo Jawa Tengah periode 2026-2031 dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-13.

Helmi yang juga menjabat sebagai Ketua Apindo Kudus muncul sebagai figur tunggal yang dipercaya menggantikan Frans Kongi. Sosoknya dinilai mampu membawa energi baru di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan.

“Pak Helmi Wartono dari rokok Sukun Kudus kelihatannya calon tunggal. Dia pengusaha rokok asal Kudus. Usianya 45, generasi milenial yang meneruskan jejak langkah Apindo Jawa Tengah,” ujar Frans Kongi di sela acara Musprov pada Rabu, 15 April 2026.

BACA JUGA: Harga Biji Plastik Naik 100 Persen, Apindo Jateng Sebut Industri Mulai Tertekan

Pergantian kepemimpinan ini terjadi di saat pengusaha Jawa Tengah mulai merasakan dampak konflik geopolitik global. Frans mengungkapkan, perang di Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz di Iran telah memukul berbagai sektor industri.

“Kita sudah mulai merasakan (dampak) perang ini. Satu, harga minyak industri naik, Kedua, mengganggu ekspor kita ke Timur Tengah karena seperti garmen, makanan, minuman, alas kaki itu banyak kita ekspor ke Timur-Timur Tengah. Merosot sekarang ini,” ujar Frans.

Dalam kondisi tersebut, Frans menitipkan sejumlah pesan kepada Helmi sebagai ketua baru, agar mampu menjaga stabilitas hubungan industrial sekaligus mendorong investasi.

“Harapan saya ketua baru harus lebih maju dari saya. Maju di dalam pelayanan kepada anggota dan hubungan dengan pemerintah. Meningkatkan investasi, hubungan industrial yang lebih kondusif dengan Serikat Pekerja, dan menjaga iklim investasi,” harapnya.

Ia menjelaskan, kenaikan harga bahan baku turut menekan industri, terutama bagi pelaku usaha yang sudah terikat kontrak produksi.

“Harga bahan baku juga naik. Inflasi juga kita lihat ini. Meskipun pemerintah bilang masih stabil-stabil saja ya. Tapi kita sudah mulai merasakan ya. Mau tidak mau harga produk plastik ini akan naik, karena (bahan baku) sudah naik 100 persen. Masalahnya, kalau kita sudah ikat terikat kontrak ya untuk produksi bahan-bahan plastik ya. Ya, terpaksa menderita rugi,” keluhnya.

Selain itu, sektor tekstil dan garmen juga terdampak karena pasar ekspor ke Timur Tengah dan Amerika Serikat mengalami gangguan.

“Masalahnya ya tekstil kita (ekspor) ke Timur Tengah ya, itu terganggu. Ke Amerika juga soal tarif, belum ada kepastian betul. Jadi ini mengganggu semua ya. Pengusaha garmen yang mau ekspansi juga mikir dalam keadaan begini, bahan baku kita naik, tapi tidak bisa produksi semua karena pasar seperti ini. Jadi kita sekarang ini cukup sulitlah ya,” ungkapnya.

Ia juga mendorong pengusaha untuk mulai mencari pasar alternatif di tengah ketidakpastian global.

“Kita harapkan ya, kita bisa cari pasar-pasar di luar daripada itu ya. Di Amerika Latin misalnya ya. Selain itu kalau di Asia dengan Cina, kita masih tetap ada hubungan dagang baik,” lanjutnya.

BACA JUGA: UMK 2024 Kota Semarang dan Kabupaten Jepara Tak Sesuai Aturan, Apindo Jateng Siap Layangkan Gugatan

Di sisi lain, pelaku usaha saat ini masih berupaya mempertahankan tenaga kerja yang ada, meski belum berani melakukan ekspansi.

“Semua karyawan kita yang tetap bekerja dipertahan. Untuk perluasan ya, sudah barang-barang tentu masih pikir-pikir. Dengan kondisi sekarang ini tidak (ada rekrutmen),” tuturnya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp