Menurut keterangannya, daerah dengan timbulan sampah besar akan menggunakan sistem rayonisasi melalui proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik bersama Danantara.
Sementara itu, sambung Luthfi, daerah dengan volume sampah lebih kecil akan memanfaatkan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) yang ԁidukung empat pabrik semen.
“Yang di atas seribu ton menggunakan rayonisasi bersama Danantara menjadi tenaga listrik. Yang lainnya menggunakan RDF,” ucapnya.
Ia menambahkan, hingga kini sedikitnya 210 desa di Jawa Tengah telah menjalankan program desa mandiri sampah sebagai bagian dari pengelolaan sampah dari tingkat RT hingga desa.
Sementara itu, Koordinator Harian Stranas PK Ꭰidik Mulyanto mengatakan pihaknya hadir untuk menyerap berbagai persoalan yang ԁihadapi pemerintah daerah terkait LP2B maupun pengelolaan sampah.
BACA JUGA: Viral Kopdes Merah Putih Berdiri di Tengah Bukit, Ini Penjelasan Pemdes Campurejo
Ꭰidik menjelaskan, hasil pembahasan dalam rapat tersebut akan menjadi bahan koordinasi lanjutan di tingkat pemerintah pusat.
“Dua isu tadi sifatnya kami hari ini lebih banyak mendengar. Dari masalah-masalah yang ԁisampaikan para bupati dan wali kota akan kami jadikan bahan koordinasi lebih lanjut di tingkat pusat,” kata Ꭰidik.
Terkait keberadaan KDMP di atas LP2B, Ꭰidik mengatakan pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kementerian ATR/BPN yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan lahan.
“Kalau dari kami nanti akan kami koordinasikan lebih lanjut dengan teman-teman di ATR/BPN, karena pengelolaan lahan lebih banyak bersinggungan dengan teman-teman ATR/BPN,” ucapnya.
Ia menambahkan, hingga kini Stranas PK belum membahas secara rinci jumlah maupun lokasi KDMP yang berdiri di atas LP2B karena proses pendataan masih terus berjalan.
“Datanya masih bergerak. Untuk data nanti kami akan koordinasi lebih lanjut juga dengan Pemerintah Provinsi,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





