SEMARANG, beritajateng.tv – Seorang perempuan berinisial F yang merupakan mantan selebriti sekaligus mantan istri Reza Smash menjadi tersangka kasus penipuan online atau scammer jaringan internasional yang bermarkas di Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Foto F tampak mengenakan baju tahanan saat mengikuti konferensi pers di Gedung Borobudur Mapolda Jawa Tengah, Kota Semarang, Senin, 1 Juni 2026 sore.
Perempuan tersebut memiliki ciri fisik berupa tato di kedua tangan dan leher. Penampilannya menyerupai mantan selebriti sekaligus mantan istri personel Smash, Fabiola Elizabeth Agnes.
Direktur Reserse Siber Polda Jawa Tengah Kombes Pol Himawan Sutanto Saragih mengungkap, F bukan berperan sebagai marketing maupun pencari korban.
BACA JUGA: Kemenhaj Kabupaten Semarang Imbau Warga Waspadai Penipuan Berkedok Layanan Haji
Penyidik justru menemukan peran khusus yang membuat Fabiola menjadi bagian penting dalam sindikat penipuan internasional bermodus pig butchering tersebut.
Fabiola Bertugas Layani Video Call Korban Warga Amerika
Himawan menjelaskan kelompok pelaku menggunakan identitas palsu untuk mendekati korban melalui aplikasi kencan seperti Tinder dan Bumble, maupun media sosial lainnya.
Para marketing menggunakan foto perempuan sebagai identitas akun untuk membangun hubungan emosional dengan korban. Namun ketika korban mulai percaya dan meminta komunikasi secara langsung, sindikat tersebut menghadirkan model asli.
“Selain itu, kelompok pelaku juga memiliki model asli untuk melakukan video call secara langsung atau live dengan korban guna meyakinkan dan memperkuat hubungan emosional, sehingga korban masuk ke dalam bujuk rayu,” ujar Himawan.
Dalam konferensi pers tersebut, Himawan secara khusus menunjukkan foto perempuan yang berperan sebagai model dalam operasi penipuan tersebut.
“Ini model yang dipakai,” katanya sambil menunjuk foto Fabiola sebagai tersangka di layar presentasi.
Menurut Himawan, Fabiola bertugas melayani panggilan video dengan korban sesuai skenario yang telah kelompok pelaku siapkan sebelumnya.
“Model ini tugasnya adalah melayani video call secara live sesuai dengan skenario yang pelaku kehendaki. Inisial si model adalah F,” jelasnya.





