SEMARANG, beritajateng.tv – Virus Nipah yang muncul di India kini menjadi sorotan usai terdeteksi beberapa orang mengalaminya.
Adanya virus tersebut berawal dari dua tenaga kesehatan yang terinfeksi hingga akhirnya menyebar ke beberapa orang lainnya.
Dari kasus tersebut kemudian memaksa sejumlah orang kurang lebih 100 untuk menjalani karantina.
BACA JUGA: Virus Super Flu Mulai Menyebar di Indonesia, Berikut Gejala dan Cara Mengatasinya
Tentu saja banyak pihak yang mulai khawatir adanya risiko berbahaya dari virus tersebut.
Namun beberapa para ahli menegaskan bahwa virus ini masih menjadi pandemi global yang tergolong rendah.
Meskipun potensi terjadinya pandemi dinilai kecil, wabah virus Nipah tetap menjadi peringatan bahwa ancaman penyakit zoonotik benar-benar ada.
Selain itu juga memerlukan kewaspadaan serta kesiapan yang berkesinambungan, baik dari pemerintah maupun masyarakat.
Berikut akan beritajateng.tv bagikan informasi terkait bagaimana cara mencegah tertularnya virus tersebut.
Cara Mencegah Penularan Virus Nipah
Mantan Direktur Penyakit Menular WHO kawasan Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada vaksin maupun obat khusus untuk menangani virus Nipah.
Karena itu, langkah pencegahan menjadi upaya paling utama.
Seiring bertambahnya kasus virus Nipah di India, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengingatkan masyarakat agar menghindari konsumsi buah-buahan yang menunjukkan bekas gigitan kelelawar.
BACA JUGA: Kata Ahli Terkait Isu Virus Campak yang Bermutasi Jadi Kebal Vaksin
Gejala infeksi virus Nipah dapat berbeda-beda pada setiap penderita. Pada tahap awal, gejala yang muncul umumnya berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, serta keluhan yang menyerupai flu.
Namun, pada tahap selanjutnya, kondisi dapat berkembang menjadi lebih serius dengan munculnya gangguan pernapasan hingga gangguan pada sistem saraf.
Tingkat kematian akibat infeksi virus Nipah tergolong tinggi, dengan persentase sekitar 40 hingga 75 persen pada kasus yang berat. (*)





