Jateng

Festival Tani Muda 2026 Digelar di Salatiga, Angkat Isu Budaya Pertanian yang Kian Melemah

×

Festival Tani Muda 2026 Digelar di Salatiga, Angkat Isu Budaya Pertanian yang Kian Melemah

Sebarkan artikel ini
Festival Tani Muda 2026
Diskusi Tani pada Festival Tani Muda di Kota Salatiga, Senin, 10 Agustus 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

Melalui festival tersebut, pihaknya berharap dapat menumbuhkan semangat kader muda tani, memperluas pasar produk petani dan UMKM desa, serta merevitalisasi budaya dan pangan lokal.

Festival ini juga menjadi ruang untuk mengampanyekan Reforma Agraria Sejati. Sekaligus membangun jejaring Tani Muda se-Jawa Tengah yang lebih solid dan solutif dalam menghadapi berbagai persoalan pertanian.

“Sehingga budaya agraris bisa terus bertahan,” tegas Eric.

BACA JUGA: Padi Biosalin Belum Jadi Solusi, Petani Semarang Enggan Tanam karena Beras Kurang Diminati

Festival Tani Muda 2026 juga ԁiisi berbagai agenda, mulai dari ԁiskusi, workshop, pelatihan, hingga talkshow bersama praktisi dan akademisi pertanian.

Selain itu, terdapat pameran perjuangan agraria dan benih lokal serta bazar Pasar Tani Rakyat yang mempertemukan produsen dengan konsumen secara langsung.

“Festival ini juga ԁirancang dalam konsep multi-zona, meliputi Kampung Reforma Agraria sebagai zona edukasi perjuangan agraria, Pasar Tani Rakyat sebagai ruang ekonomi rakyat, Dapur Umum Rakyat yang menyajikan kuliner berbasis pangan lokal, serta Panggung Budaya Agraria,” jelas Eric.

Panggung Budaya Agraria menampilkan musik, tari, teater, dan berbagai ekspresi kesenian rakyat setiap malam.

Sejumlah pengisi acara yang tampil antara lain Sastra Sastro, Lima Sore, DJ Gennaro, YNTHN, Srikandi Entertai, Rewocakso, dan Berbagi Cerita. Kemudian Sanggar Bima, Faisal Abdi Illahi, Brahmastra, Tungtang Ansamble, Atiek, Daun Hijau, Bonita & Addoy, Swarnarengga, serta De Wowo. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp