Kesehatan

FKMB Gelar Audensi ke Dinas Kesehatan terkait Dugaan Mal Hasil Laboratorium di Blora, Apa Hasilnya?

×

FKMB Gelar Audensi ke Dinas Kesehatan terkait Dugaan Mal Hasil Laboratorium di Blora, Apa Hasilnya?

Sebarkan artikel ini
Mal Hasil Laboratorium
Audiensi antara FKMB dengan Dinkes Blora terkait mal hasil laboratorium. (Foto: Heri/beritajateng.tv).

BLORA, beritajateng.tv – Dinas Kesehatan Kabupaten Blora terima aduan terkait dugaan mal hasil salah satu klinik laboratorium di Kabupaten Blora. Hal tersebut karena dugaan hasil laboratorium tidak akurat.

Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Blora (FKMB), Didik Lukardono mengatakan, awalnya ada sejumlah warga mengadu ke pihaknya. Adanya dugaan ketidakakuratan (mal) hasil laboratorium di klinik Patra Medica.

Dari beberapa aduan itu, FKMB berdiskusi sehingga berlanjut pada audiensi dengan Dinas Kesehatan.

“Jadi ada ketidakakuratan terhadap hasil laboratorium Patra Medica. Ada (masyarakat) yang periksa, hasil laboratorium Kreatinin menunjukkan perbedaan. Di Patra Medica 2,4. Sementara saat lab di Semarang hanya 1,8,” tuturnya.

BACA JUGA: Baru 6 Warga Manfaatkan PKG di Puskesmas Sidorejo Lor, Sepi Peminat?

Tak hanya itu, ada keraguan beberapa hasil laboratorium pasien lain. Ia pun mencontohkan dirinya sendiri.

“Saya lab, kemudian saya bawa ke dokter malah disuruh ke tempat lain. Artinya keluhan tidak lebih dari satu orang,” paparnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Edi Widayat menjelaskan, pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan memanggil pihak klinik Patra Medica.

“Kami akan lakukan pembinaan dan pengawasan rutin,” katanya.

BACA JUGA: Sudah Berjalan Sejak Awal Februari, Ini Mekanisme Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Semarang

Menurutnya, hasil laboratorium yang tidak akurat bisa berpengaruh pada proses pengobatan.

“Namun, beberapa hal bisa memengaruhi hasil lab. Seperti cara pengambilan, pemeriksaan, kondisi pasien dan alat,” tambahnya.

Menurutnya, alat-alat kesehatan harus ada kalibrasi secara rutin. Tak hanya itu, harus ada quality control setiap hari.

“Kita akan panggil mereka (Patra Medica) untuk klarifikasi,” imbuhnya.

Hanya saja, pengoperasian klinik tersebut  berada di bawah perizinan Provinsi Jawa Tengah, bukan dari kabupaten.

“Namun kami di kabupaten punya wewenang pengawasan dan pembinaan,” tambahnya. (*).

Editor: Andi Naga Wulan.

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp