Olahraga

Gaji Pemain Lokal Kerap Lampaui Asing, PSIS Setuju Kebijakan Salary Cap di Liga 1 Mendatang

×

Gaji Pemain Lokal Kerap Lampaui Asing, PSIS Setuju Kebijakan Salary Cap di Liga 1 Mendatang

Sebarkan artikel ini
PSIS Liga 2 | Yoyok Sukawi Liga 3 Jateng | Salary Cap | PSIS Liga 1
Yoyok Sukawi, selaku Ketua Asprov Jawa Tengah usai laga Liga 3 Jateng di Stadion Jatidiri Semarang. (Steve Arie/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Manajemen PSIS Semarang sepenuhnya mendukung penerapan salary cap untuk para pemain sepakbola pada kompetisi Liga 1 musim 2024/2025.

Salary cap sendiri merupakan kebijakan pembatasan gaji yang teah berlaku di berbagai kompetisi Eropa. Aturan ini bahkan bisa tertuang dalam kontrak dan memiliki kekuatan hukum.

Dalam sepak bola, pemain profesional berhak menerima gaji hingga batas tertentu, tetapi tidak boleh melebihi batas yang sudah regulator tetapkan.

Di Indonesia, wacana ini muncul akibat lonjakan gaji pemain lokal yang kerap kali membebani klub. Pemain dengan label tim nasional bahkan sering memiliki nilai lebih tinggi keimbang pemain asing di Liga 1.

BACA JUGA: Usai Indonesia Taklukkan Filipina, Kiper Timnas Asal Semarang Ini Ngaku Masih Banyak Kekurangan

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus, sebelumnya menjelaskan bahwa penerapan salary cap ini ialah langkah antisipatif dari operator kompetisi yang berencana menambah kuota pemain asing di Liga 1 musim depan.

Ferry menyatakan setiap klub peserta kompetisi akan terbebani deposit atas jaminan pemilik klub. Salary cap harapannya bisa membantu pengelolaan keuangan klub pada musim 2024/2025.

“Iya, nanti kita memang akan membuat seperti salary cap. Kemudian juga seperti yang klub-klub di luar lakukan. Ada yang namanya deposit dari klub-klub yang menjadi seperti surat jaminan dari pemilik klub sendiri,” terang Ferry Paulus.

Bos PSIS Semarang setujui kebijaan Salary Cap

Sementara itu, CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, menyatakan bahwa penerapan salary cap ini merupakan solusi terbaik untuk menciptakan kompetisi yang lebih kompetitif.

Namun, Yoyok meminta PT LIB dan PSSI agar lebih tegas dan jujur dalam memantau pelaksanaannya. Selain itu, klub juga harapannya berkomitmen terhadap kebijakan ini dan menerapkannya dengan transparan.

“Kami mendukung supaya lebih kompetitif, tetapi PT LIB dan PSSI harus juga tegas dan jujur. Jangan ada tebang pilih untuk aturan ini supaya ke depan kompetisi kita lebih baik,” ujar Yoyok Sukawi, belum lama ini.