Pendidikan

Gelar Karya P5, SMP Negeri 1 Blora Putar dan Diskusikan Film Perihal Kesehatan Mental

×

Gelar Karya P5, SMP Negeri 1 Blora Putar dan Diskusikan Film Perihal Kesehatan Mental

Sebarkan artikel ini
SMP Negeri 1 Blora
Bunda Literasi Kabupaten Blora, Ainia Shalichah Arief Rohman. (Heri/beritajateng.tv)

Ainur Rofiq mengatakan, SMP Negeri 1 Blora juga menjalin kerja sama dengan beberapa dinas dan instansi lain untuk capaian inovasi lainnya. “Harapannya, semua itu bisa memberi pembelajaran bermakna bagi anak-anak,” tegasnya.

Apresiasi SMP Negeri 1 Blora terhadap Bunda Literasi Kabupaten Blora

Dengan kegiatan ini, pihak SMPN 1 Blora berterima kasih kepada Bunda Literasi Kabupaten Blora, Ainia Shalichah Arief Rohman, yang telah mendukung kegiatan tersebut. Sehingga, pada akhirnya kegiatan ini tidak hanya untuk internal SMP Negeri 1 Blora, tetapi juga turut pula siswa sekolah lain beserta beberapa Kepala OPD.

Pada kegitan itu, Bupati Blora Arief Rohman melalui Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Blora, Bawa Dwi Raharja, menyampaikan atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Blora memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada siswa-siswi SMPN 1 Blora, juga kepada sekolah atas inisiatif dan kolaborasi yang luar biasa ini.

Ia menyebut, melalui pendekatan yang kreatif dan reflektif seperti film, para siswa tidak hanya belajar dari buku. Tetapi, juga dari kehidupan dan lingkungan untuk mengenal diri sendiri. Hal itu menyadarkan betapa pentingnya kesehatan mental. Termasuk menyuarakan apa yang sering kali sulit anak-anak ungkapkan saat masih dalam tahap berkembang dan mencari jati diri.

BACA JUGA: Usai Pemeriksaan LKPD 2024, Blora Raih Predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian ke-11 dari BPK RI

Menurut Bupati Blora Arief Rohman, tema itu sangatlah penting. Terlebih, itu ada di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat seperti sekarang ini.

“Melalui karya seni, khususnya film, kita bisa membuka ruang dialog yang jujur dan empatik tentang kesehatan mental. Baik di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat,” tandasnya.

Ia percaya bahwa kegiatan seperti itu bukan hanya tentang menonton film, tetapi tentang membangun karakter. Yaitu tentang memberi ruang bagi generasi muda untuk berani bicara, mendengar, dan peduli.

“Ini sejalan dengan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila, beriman, berkebhinekaan, global, bergotong-royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif,” tegasnya.