“Saat ini baru ada tujuh orang pengurus yang aktif untuk mendukung operasional KDMP Sugihan. Ini menyesuaikan dengan jenis kegiatan usaha yang sudah berjalan,” lanjutnya.
Ia juga menyampaikan, keberadaan KDMP Sugihan sejauh ini telah membantu para pelaku UMKM untuk memenuhi berbagai kebutuhan (bahan baku) bagi kegiatan usahanya.
Pasalnya, berbagai komoditas kebutuhan UMKM bisa diperoleh dengan harga lebih murah dari harga di pasaran dan bahkan cukup bersaing dengan harga grosir.
BACA JUGA: Lahan Terbatas, Pembangunan Koperasi Merah Putih di 118 Desa Blora Terkendala
“Pengurus KDMP Sugihan berupaya memutus rantai pasok melalui kerja sama dengan produsen langsung. Sehingga, dari sisi harga lebih miring dari harga yang ada di pasaran,” tandasnya.
Sebelumnya, Pemkab Semarang memastikan sebagian KDMP di daerahnya telah melaksanakan kegiatan usaha meski gerai KDMP dalam proses pembangunan.
Beberapa jenis kegiatan usaha tersebut antara lain toko beras dan bahan pokok lain, pengecer gas LPG bersubsidi, hingga agen Laku Pandai atau Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif.
“Agen Laku Pandai menjadi jenis kegiatan usaha yang sudah banyak berjalan,” kata Kepala Diskumperindag Kabupaten Semarang, Heru Subroto, baru-baru ini. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





