“Bukan berarti tempat-tempat yang sudah established itu tidak bagus, tapi market-nya sudah terbentuk. Sedangkan ini market baru dan menurut saya bagus untuk mulai dari awal. Jauh lebih mudah,” lanjutnya.
Karakter Warga Semarang Dinilai “Chill” dan “Slow Living“, Cocok dengan Olahraga Golf
Selain melihat potensi pasar, Tan juga menilai karakter masyarakat Semarang memiliki kecocokan dengan kultur olahraga golf yang cenderung santai dan tidak terlalu agresif seperti olahraga kompetitif lainnya.
Ritme kehidupan di Semarang, kata Tan, berbeda ԁibanding Jakarta yang serba cepat. Hal tersebut justru ԁianggap cocok dengan gaya hidup para pegolf.
“Menurut saya kehidupan di Semarang itu lebih santai ԁibanding Jakarta. Dan itu cocok dengan bisnis golf karena pegolf itu orang-orang yang chill. Golf bukan olahraga yang cepat atau keras, tapi olahraga yang relaxing,” jelas Tan.
Tan mengatakan selama sekitar dua setengah tahun terakhir, MST Golf baru membuka tujuh store yang seluruhnya berada di Jakarta dan sekitarnya.
Oleh karena itu, Semarang menjadi kota pertama yang ԁipilih MST Golf untuk ekspansi di luar Jabodetabek sebelum perusahaan tersebut melanjutkan pembukaan store baru di Surabaya bulan depan.
Keputusan membuka cabang pertama luar Jakarta di Semarang menjadi pencapaian tersendiri bagi MST Golf maupun pengelola Black Eagle Golf Course.
“Ini store pertama kami di luar Jakarta dan saya bangga bisa bilang itu ada di Semarang. Bulan depan memang kami buka Surabaya, tapi yang pertama tetap Semarang,” ujarnya.
Ia mengatakan ekspansi bisnis MST Golf saat ini masih ԁilakukan secara bertahap. Namun perusahaan mulai membidik pengembangan pasar golf di berbagai kota lain di Indonesia.
BACA JUGA: Hadirkan Konsep Baru Bertema Board Game dan Dessert, HOLEO Golf & Museum: Bisa Main Seharian!
“Soalnya sekarang ekspansi kami memang pelan-pelan. Baby steps, pelan tapi pasti,” katanya.
Sebagai informasi, Store MST Golf Semarang sendiri berdiri di kawasan Black Eagle Golf Course dengan luas sekitar 4.553 kaki persegi.





