Ia menyebut, pengalihan ini masih bersifat imbauan, namun harapannya dapat pengendara ikuti demi kelancaran lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.
BACA JUGA: ESDM Jateng Soroti Pembangunan Pakuwon Mall Semarang di Gombel Lama: Rawan Tanah Bergerak
Alfan menambahkan, sebelum penutupan, pihaknya akan menggelar sosialisasi kepada warga terdampak di sekitar lokasi proyek. Adapun sosialisasi ini menjadi tahapan penting sebelum pelaksanaan penutupan jalan secara penuh.
“Kemarin sudah kami koordinasi dengan pihak Kelurahan Tinjomoyo. Insyaallah minggu depan kami adakan sosialisasi dengan warga yang terdampak,” jelasnya.
Jalan Ambles dan Rawan, Gombel Lama Harus Bongkar Menyeluruh
Menurut pengakuannya, kondisi Jalan Gombel Lama memang sudah mengalami kerusakan cukup parah sejak masih berstatus jalan kota sebelum beralih menjadi jalan nasional dua tahun lalu.
“Kalau sepanjang kami dua tahun yang lalu itu memang kondisinya kami terima jalannya sudah seperti itu. Sudah ambles ya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi tanah di kawasan tersebut juga cukup kompleks karena memiliki muka air tanah tinggi serta adanya sumber mata air.
Oleh karena itu, penanganan dilakukan tidak hanya di permukaan jalan, tetapi juga pada struktur bawah, termasuk penguatan pondasi dan sistem drainase agar kondisi jalan lebih stabil ke depan.
“Terbukti di situ juga ada sendang sama ada mata air. Jadi memang penanganannya harus menyeluruh terkait amblesannya,” pungkas Alfan. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





