Jateng

Gombel Lama Ditutup Pertengahan April 2026: Jalan Setiabudi Dua Arah, Truk Diimbau Lewat Tol Banyumanik-Jatingaleh

×

Gombel Lama Ditutup Pertengahan April 2026: Jalan Setiabudi Dua Arah, Truk Diimbau Lewat Tol Banyumanik-Jatingaleh

Sebarkan artikel ini
Gombel Lama
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Provinsi Jawa Tengah dari Balai Besar Penanganan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY, Alfan Noor Rizal, saat dijumpai di Kantor BBPJN Jateng-DIY, Kabupaten Semarang, Kamis, 2 April 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Jalan Gombel Lama di Kota Semarang akan ditutup total selama tujuh bulan mulai pertengahan April 2026 seiring dimulainya pekerjaan rekonstruksi. Penutupan itu karena pekerjaan berlangsung secara menyeluruh, terutama pada titik-titik longsoran dan ambles yang membahayakan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Provinsi Jawa Tengah dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY, Alfan Noor Rizal, mengatakan penutupan masih menunggu tahapan sosialisasi kepada warga terdampak.

“Kalau perkiraan kami [penutupan] mungkin pertengahan April ini. Karena ini kan rencana kemarin dari kelurahan, ternyata dari warga harus kami kumpulkan dulu yang terdampak yang sekitar 10 itu, baru bisa minggu depan,” ujar Alfan saat beritajateng.tv jumpai di Kantor BBPJN Jateng-DIY, Kabupaten Semarang, Kamis, 2 April 2026 sore.

Alfan menyebut pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Satlantas Polrestabes Semarang dan Dinas Perhubungan Kota Semarang terkait rekayasa lalu lintas.

“Insyaallah di pertengahan bulan ini sudah kami laksanakan,” imbuhnya.

Gombel Lama Tutup Total, Jalan Setiabudi jadi Dua Arah

Alfan menegaskan, selama pekerjaan berlangsung, Jalan Gombel Lama akan ditutup total atau close traffic.

“Jadi memang di Gombel Lama nantinya akan kami close traffic. Karena pekerjaannya menyeluruh, harus kami bongkar menyeluruh khususnya untuk area yang longsoran,” jelasnya.

BACA JUGA: BBPJN Tepis Isu Perbaikan Gombel Lama karena Pembangunan Pakuwon Mall: Kondisi Jalan Memang Berbahaya

Sebagai dampaknya, arus lalu lintas akan dialihkan ke Jalan Setiabudi atau Gombel Baru yang selama ini berlaku satu arah. “Jadi di Setiabudi yang sekarang itu satu arah, nantinya akan kita pakai dua arah,” katanya.

Skema ini, kata Alfan, untuk mengakomodasi arus kendaraan dari arah Semarang maupun Solo/Yogyakarta selama penutupan berlangsung.

Kendaraan Berat Bisa Lewat Tol Banyumanik-Jatingaleh

Selain itu, kendaraan berat seperti truk akan diarahkan untuk menggunakan jalan tol guna menghindari kepadatan di jalur alternatif.

“Untuk kendaraan berat, kami imbau untuk melalui tol. Jadi masuk ke Banyumanik, keluar ke Jatingaleh atau ke Jangli,” ujar Alfan.

Ia menyebut, pengalihan ini masih bersifat imbauan, namun harapannya dapat pengendara ikuti demi kelancaran lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.

BACA JUGA: ESDM Jateng Soroti Pembangunan Pakuwon Mall Semarang di Gombel Lama: Rawan Tanah Bergerak

Alfan menambahkan, sebelum penutupan, pihaknya akan menggelar sosialisasi kepada warga terdampak di sekitar lokasi proyek. Adapun sosialisasi ini menjadi tahapan penting sebelum pelaksanaan penutupan jalan secara penuh.

“Kemarin sudah kami koordinasi dengan pihak Kelurahan Tinjomoyo. Insyaallah minggu depan kami adakan sosialisasi dengan warga yang terdampak,” jelasnya.

Jalan Ambles dan Rawan, Gombel Lama Harus Bongkar Menyeluruh

Menurut pengakuannya, kondisi Jalan Gombel Lama memang sudah mengalami kerusakan cukup parah sejak masih berstatus jalan kota sebelum beralih menjadi jalan nasional dua tahun lalu.

“Kalau sepanjang kami dua tahun yang lalu itu memang kondisinya kami terima jalannya sudah seperti itu. Sudah ambles ya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi tanah di kawasan tersebut juga cukup kompleks karena memiliki muka air tanah tinggi serta adanya sumber mata air.

Oleh karena itu, penanganan dilakukan tidak hanya di permukaan jalan, tetapi juga pada struktur bawah, termasuk penguatan pondasi dan sistem drainase agar kondisi jalan lebih stabil ke depan.

“Terbukti di situ juga ada sendang sama ada mata air. Jadi memang penanganannya harus menyeluruh terkait amblesannya,” pungkas Alfan. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp