SEMARANG, beritajateng.tv – Konsep green job di sektor pertanian dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah agar lebih inklusif dan berkelanjutan.
Hal ini terungkap dari Pengamat Ekonomi Universitas Negeri Semarang (Unnes), Vitradesie Noeken, menyusul capaian pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah Triwulan III 2025 yang mencapai 5,37 persen.
Menurut Vitradesie, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang melampaui rata-rata nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat sektor-sektor ramah lingkungan, khususnya pertanian.
“Jawa Tengah sudah masuk fase ekspansi moderat. Momentum ini harus di manfaatkan untuk memperkuat green job, terutama di bidang pertanian,” ujarnya saat beritajateng.tv konfirmasi pada Jumat, 2 Januari 2026.
Ubah Pekerja Informal Jadi Formal
Vitradesie menilai, pengembangan green job di sektor pertanian berpotensi mengubah pekerja informal menjadi tenaga kerja formal. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, sektor ini dapat membangun ekosistem pertanian yang terintegrasi, mulai dari petani, lahan, rantai pasok, hingga penyerapan tenaga kerja.
“Green job di pertanian perlu dikembangkan, disosialisasikan, dan diedukasikan kepada masyarakat. Ini sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja formal sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.
BACA JUGA: Sulap Plastik Bekas Jadi Rupiah, Petani Blora Isi Waktu Luang Bikin Kerajinan Tangan
Ia menambahkan, pertanian tidak hanya berperan sebagai penyedia bahan pangan, tetapi juga memiliki multiplier effect yang besar terhadap sektor lain melalui proses hilirisasi.













