Jateng

Green Job Pertanian Disebut Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Jateng

×

Green Job Pertanian Disebut Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Jateng

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pertubuhan ekonomi. (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi pertubuhan ekonomi. (Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Konsep green job di sektor pertanian dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah agar lebih inklusif dan berkelanjutan.

Hal ini terungkap dari Pengamat Ekonomi Universitas Negeri Semarang (Unnes), Vitradesie Noeken, menyusul capaian pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah Triwulan III 2025 yang mencapai 5,37 persen.

Menurut Vitradesie, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang melampaui rata-rata nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat sektor-sektor ramah lingkungan, khususnya pertanian.

“Jawa Tengah sudah masuk fase ekspansi moderat. Momentum ini harus di manfaatkan untuk memperkuat green job, terutama di bidang pertanian,” ujarnya saat beritajateng.tv konfirmasi pada Jumat, 2 Januari 2026.

Ubah Pekerja Informal Jadi Formal

Vitradesie menilai, pengembangan green job di sektor pertanian berpotensi mengubah pekerja informal menjadi tenaga kerja formal. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, sektor ini dapat membangun ekosistem pertanian yang terintegrasi, mulai dari petani, lahan, rantai pasok, hingga penyerapan tenaga kerja.

“Green job di pertanian perlu dikembangkan, disosialisasikan, dan diedukasikan kepada masyarakat. Ini sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja formal sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.

BACA JUGA: Sulap Plastik Bekas Jadi Rupiah, Petani Blora Isi Waktu Luang Bikin Kerajinan Tangan

Ia menambahkan, pertanian tidak hanya berperan sebagai penyedia bahan pangan, tetapi juga memiliki multiplier effect yang besar terhadap sektor lain melalui proses hilirisasi.

Meski industri pengolahan atau manufaktur masih menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dengan kontribusi 33,43 persen, sektor pertanian tetap memiliki peran krusial. Pada 2025, kontribusi pertanian tercatat sekitar 12,88 persen dan menjadi salah satu penopang utama ekonomi daerah.

“Industri pengolahan memang besar, tetapi ke depan akan ada tantangan lingkungan. Pertanian justru lebih berkelanjutan jika pengelolaannya dengan konsep green job,” katanya.

Nilai Tukar Petani Jadi Modal Kuat