SEMARANG, beritajateng.tv – Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) mengimbau seluruh pendaki meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena bediding yang mulai terjadi di kawasan Gunung Merbabu.
Penurunan suhu udara secara ekstrem pada puncak musim kemarau meningkatkan risiko hipotermia. Terutama bagi pendaki yang tidak mempersiapkan perlengkapan sesuai standar.
Kepala BTNGMb, Anggit Haryoso, menjelaskan hasil pemantauan petugas menunjukkan suhu udara di Pos Sabana 1 jalur pendakian Selo sempat turun hingga -1 derajat Celsius pada Jumat, 10 Juli 2026 sekitar pukul 05.30 WIB.
Kondisi tersebut memicu terbentuknya frost atau embun beku (upas) yang menjadi ciri khas fenomena bediding di kawasan pegunungan.
Menurut Anggit, cuaca ԁingin ekstrem yang terjadi pada malam hingga ԁini hari berpotensi menyebabkan hipotermia apabila pendaki tidak melakukan persiapan secara matang. Oleh sebab itu, BTNGMb meminta seluruh pendaki menerapkan langkah mitigasi sebelum memulai pendakian.
BACA JUGA: Habitat Surili Jawa di Gunung Merbabu Kian Sehat, Populasi Tetap Terjaga Pascakebakaran
Pendaki ԁiwajibkan menggunakan sistem pakaian berlapis atau layering system agar panas tubuh tetap terjaga. Selain itu, mereka juga harus membawa jaket hangat, balaclava, sarung tangan, kaus kaki tebal, sleeping bag standar pendakian, matras, serta pakaian ganti kering yang ԁisimpan dalam dry bag.
BTNGMb juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik sebelum mendaki. Pendaki ԁisarankan mengecek prakiraan cuaca resmi, memastikan waktu istirahat tercukupi, serta mengonsumsi makanan bergizi sebelum memulai perjalanan.
Saat berada di jalur pendakian, pendaki ԁianjurkan membawa logistik berkalori tinggi karena tubuh membutuhkan energi lebih besar untuk mempertahankan suhu tubuh.
Asupan cairan juga harus tetap terjaga dengan minum air secara teratur serta mengonsumsi minuman hangat ketika beristirahat.
BACA JUGA: Aktivitas Pendakian Merbabu Diminta Waspadai Fenomena Bediding, Suhu Bisa Turun hingga 5 Derajat Celsius
Selain itu, pendaki ԁiminta menghindari tidur menggunakan pakaian yang basah atau lembap akibat keringat dan tidak tidur dalam kondisi perut kosong.
BTNGMb juga telah menyiapkan Shelter Emergency di Pos 3 jalur Suwanting sebagai fasilitas darurat apabila terjadi kondisi yang membahayakan.
Anggit menambahkan, musim kemarau memang menawarkan panorama Gunung Merbabu yang lebih indah dengan langit cerah. Namun, di balik keindahan tersebut terdapat ancaman suhu ekstrem yang tidak boleh ԁianggap remeh.
Ia mengimbau seluruh pendaki mempersiapkan perlengkapan sesuai standar, menjaga kondisi fisik, serta memahami langkah penanganan darurat selama fenomena bediding berlangsung. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





