SEMARANG, beritajateng.tv – Warga Jawa Tengah mungkin tak asing lagi dengan MMT hingga baliho Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi, yang ramai tersebar di setiap kabupaten/kota.
Namun, belakangan ini sosok Ahmad Luthfi disandingkan dengan potret Mantan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah sekaligus Anggota DPD 2024 terpilih, Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin.
Salah satunya adalah MMT Ahmad Luthfi-Gus Yasin yang beritajateng.tv temui di Kawasan Simpang Lima, Kota Semarang. Tampak MMT tersebut bertuliskan ‘Terus Mengabdi Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen ALTAS’.
Selain di Kota Semarang, pantauan beritajateng.tv, MMT hingga baliho bergambar sama juga tampak di Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Magelang, hingga Kabupaten Klaten.
Bahkan, khusus MMT yang beritajateng.tv temukan di Kota Salatiga dan Kabupaten Magelang, tersisip foto tokoh ulama setempat dalam MMT tersebut.
Menariknya, jarak antara MMT tersebut kurang dari radius 1 kilometer.
BACA JUGA: Pengamat Soroti Ahmad Luthfi Bakal Jabat Irjen Kemendag, Jokowi Cawe-cawe di Pilgub Jateng?
Muncul di baliho Ahmad Luthfi, Gus Yasin bakal maju lagi di Pilgub Jawa Tengah 2024?
Tak ayal, publik bertanya-tanya apakah Gus Yasin yang pernah menjadi Wagub era Mantan Gubernur, Ganjar Pranowo, itu akan maju lagi dalam Pilgub Jawa Tengah 2024.
Menanggapi hal ini, Pengamat Politik asal Universitas Diponegoro (Undip), Wahid Abdulrahman, angkat bicara.
“Saya kira Gus Yasin sudah memahami, meksipun baru cek ombak atau cek sound, bagaimana resonansi yang ditangkap oleh elit sebaai alternatif Cawagub,” ujar Wahid.
Sebab, Wahid menilai, faktor Cawagub juga sangat penting untuk mendongkrak elektabilitas Ahmad Luthfi jika maju dalam Pilgub Jawa Tengah 2024 mendatang.
“Salah satu prasyarat untuk bisa mendampingi itu kan punya efek elektoral. Nah, Gus Yasin punya klasifikasi itu, karena beliau punya basis santri,” sambung Wahid.
Dalam hematnya, Gus Yasin ia anggap mampu menggerakan jaringan santri sebagai efek elektoral yang luar biasa.
BACA JUGA: Video PAN Dukung Kapolda Jateng Maju Pilgub Jawa Tengah, Proses Pensiun Dini
Taj Yasin beri pengaruh kuat, Ganjar tanpanya belum tentu menang
Wahid meyakini, jika dalam Pilgub Jawa Tengah 2018 silam, kemenangan Ganjar Pranowo tanpa Gus Yasin tiada artinya.
“Khususnya alumni pesantren di Rembang, itu kan jaringannya luar biasa. Itu sudah terbukti di Pilgub 2018. Tanpa adanya Gus Yasin, Pak Ganjar bisa beda ceritanya,” tegasnya.
Lebih lanjut, jaringan santri dan kalangan Kyai di Jawa Tengah jadi lapisan yang tak boleh begitu saja dilupakan dalam menyasar pemilih di provinsi ini.
“Jaringan santri, Ponpes Rembang dan Sarang itu kan luar biasa. Di Jateng sudah banyak, hampir semua kabupaten/kota ada jaringan itu,“ jelasnya.
Jaringan Santri Gayeng Nusantara, Wahid sebut jadi andalan Gus Yasin yang mampu menyokong kemenangan elektoralnya.
“Misalnya Santri Gayeng Nusantara, itu kemudian untuk jaringan politik. Efek elektoral Gus Yasin ada dan spesifiknya dari kalangan santri. Ini bisa jadi alternatif,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi




