“Di tahap ketiga yang kita ambil komoditasnya beras, gula pasir, bawang putih, dan minyak goreng,” terangnya.
Pada program subsidi harga tahap satu dan dua, Dyah menuturkan antusiasme masyarakat begitu luar biasa. Alasannya, bahan pokok yang masyarakat buru bisa selisih Rp 2.500 hingga Rp 3 ribu dari harga pasar.
“Kalau tahap ketiga itu ada beras 90 ton, gula pasir 18 ton, bawang putih 3,6 ton, dan minyak goreng 8.640 liter,” jelasnya.
BACA JUGA: Bupati dan Forkopimda Demak Tinjau Kepokmas di Pasar, Pastikan Harga Sembako Stabil Jelang Lebaran
Pada program subsidi harga tersebut, beras memiliki harga jual Rp 11 ribu per kilogram. Gula pasir Rp 15 ribu per kilogram, bawang putih Rp 34 ribu per kilogram, dan minyak goreng Rp 14 ribu per liternya.
“Sasaran di tahap ketiga ini kita ambil kabupaten/kota yang belum diintervensi, supaya semuanya kebagian. Nanti kita pilih lokasi yang banyak rakyat membutuhkan, daerah miskin lah,” tandasnya.
17 wilayah yang belum dapat subsidi pangan
Berdasarkan data yang beritajateng.tv terima pada Jumat, 5 April 2024, ada 17 kabupaten/kota di Jateng yang belum mendapat intervensi subsidi pangan. Sehingga, itu akan menjadi fokus subsidi pangan tahap ketiga.
Adapun kabupaten/kota itu ialah Banjarnegara, Batang, Brebes, Demak, Kabupaten Magelang, Kabupaten Pati, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Semarang, Kabupaten Tegal, Kabupaten Jepara, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Kendal, Kabupaten Sragen, Kabupaten Sukoharjo, Kota Magelang, Kota Pekalongan, dan Kota Salatiga. (*)
Editor: Farah Nazila





