Jateng

Harga Bahan Pokok Naik Jelang Lebaran, Dishanpan Jateng Andalkan Subsidi Harga

×

Harga Bahan Pokok Naik Jelang Lebaran, Dishanpan Jateng Andalkan Subsidi Harga

Sebarkan artikel ini
Harga Beras Kota Semarang Naik,
Salah satu pedagang sembako di Pasar Bulu menyebut pasokan beras mulai minim di Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Provinsi Jawa Tengah membenarkan harga kebutuhan pokok termasuk daging melonjak menjelang lebaran ini. Bahkan, kenaikannya mencapai di atas 10 persen.

“Kalau mendekati hari lebaran ini banyak yang naik di atas harga pemerintah, terutama yang masih di atas 10 persen,” ujar Kepala Dishanpan Jateng, Dyah Lukisari, Jumat 5 April 2024.

Adapun bahan pokok yang naik itu ialah beras, gula pasir, bawang putih, hingga daging. Kendati demikian, menurut pantauannya, harga telur mulai mengalami penurunan.

BACA JUGA: Jual Sembako dengan Harga Subsidi, Warga Blora Serbu Bazar Pangan Murah

Untuk mengelola harga kebutuhan pokok jelang lebaran, pihaknya sudah mengintervensi dengan gerakan pasar murah (GPM). Tak hanya GPM, Dyah menuturkan subsidi transport menjadi salah satu caranya dalam mengelola harga kebutuhan pokok yang melonjak jelang lebaran.

“Selain GPM dan subisidi transport, ada juga subsidi harga. Subsidi harga itu sudah meluncur sejak 15 Maret sampai 7 April nanti. Harga itu kita subsidi kisaran Rp 2.500 sampai Rp 3.500 per kilogramnya,” bebernya.

Kendati begitu, intervensi yang Dinas Ketahanan Pangan Jateng lakukan tak berlaku untuk daging. Dyah pun membeberkan alasannya.

“Kenapa kita tidak mengambil daging? Meskipun daging itu agak tinggi (kenaikan harganya), karena konsumennya itu tidak banyak jadi kita intervensi yang sudah naik namun konsumennya banyak,” akunya.

Perihal ketersediaan atau stok daging sapi, pihaknya berharap Kementerian Perdagangan selaku pihak yang berwenang segera merealisasi impor tersebut.

“Daging sapi sebenarnya produksinya selain lokal, itu ada yang impor. Tentu kewenanganya importir, importirnya yayasan swasta. Harapannya daging ini punya kewenangan impor, jangan ditahan lagi biar ketersediaannya cukup di sini,” tegasnya.

Subsidi tahap 3 sasar daerah di Jateng yang membutuhkan

Perihal subsidi harga, Dyah menuturkan Dinas Ketahanan Pangan Jateng telah melakukan subsidi harga sebanyak 2 (dua) tahapan. Hingga Minggu, 7 April 2024 mendatang, pihaknya melakukan subsidi harga tahap ketiga.

“Di tahap ketiga yang kita ambil komoditasnya beras, gula pasir, bawang putih, dan minyak goreng,” terangnya.

Pada program subsidi harga tahap satu dan dua, Dyah menuturkan antusiasme masyarakat begitu luar biasa. Alasannya, bahan pokok yang masyarakat buru bisa selisih Rp 2.500 hingga Rp 3 ribu dari harga pasar.

“Kalau tahap ketiga itu ada beras 90 ton, gula pasir 18 ton, bawang putih 3,6 ton, dan minyak goreng 8.640 liter,” jelasnya.

BACA JUGA: Bupati dan Forkopimda Demak Tinjau Kepokmas di Pasar, Pastikan Harga Sembako Stabil Jelang Lebaran

Pada program subsidi harga tersebut, beras memiliki harga jual Rp 11 ribu per kilogram. Gula pasir Rp 15 ribu per kilogram, bawang putih Rp 34 ribu per kilogram, dan minyak goreng Rp 14 ribu per liternya.

“Sasaran di tahap ketiga ini kita ambil kabupaten/kota yang belum diintervensi, supaya semuanya kebagian. Nanti kita pilih lokasi yang banyak rakyat membutuhkan, daerah miskin lah,” tandasnya.

17 wilayah yang belum dapat subsidi pangan

Berdasarkan data yang beritajateng.tv terima pada Jumat, 5 April 2024, ada 17 kabupaten/kota di Jateng yang belum mendapat intervensi subsidi pangan. Sehingga, itu akan menjadi fokus subsidi pangan tahap ketiga.

Adapun kabupaten/kota itu ialah Banjarnegara, Batang, Brebes, Demak, Kabupaten Magelang, Kabupaten Pati, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Semarang, Kabupaten Tegal, Kabupaten Jepara, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Kendal, Kabupaten Sragen, Kabupaten Sukoharjo, Kota Magelang, Kota Pekalongan, dan Kota Salatiga. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp