SEMARANG, beritajateng.tv – Kenaikan harga kedelai dalam beberapa bulan terakhir berdampak langsung pada pelaku usaha tahu. Salah satunya dirasakan Joko Wiyatno (53), pengrajin tahu yang terpaksa mengurangi takaran produk karena tidak mampu menaikkan harga jual di tengah persaingan pasar.
Joko mengungkapkan, lonjakan harga kedelai mulai terjadi sekitar tiga bulan terakhir. Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp7.000 hingga Rp8.000 per kilogram kini melonjak menjadi sekitar Rp11.000 per kilogram.
“Dari Rp7.000 sampai Rp8.000 sekarang menjadi Rp11.000-an per kilo. Kenaikannya sudah sekitar Rp4.000,” ujarnya saat beritajateng.tv temui di tempat usahanya di dearah Jalan Tandang Raya, Kota Semarang, Kamis, 9 April 2026.
BACA JUGA: Harga Kedelai Melonjak, Perajin Tempe di Blora Naikkan Harga hingga Kurangi Produksi
Menurutnya, sebagian besar pengrajin tahu mengandalkan kedelai impor karena pasokan kedelai lokal belum mampu memenuhi kebutuhan produksi. Meski stok kedelai masih tersedia di pasaran, kenaikan harga membuat biaya produksi melonjak tajam.
“Barangnya sebenarnya ada, tapi karena efek situasi global, harganya jadi naik tinggi,” jelasnya.
Kondisi tersebut memaksa Joko mengambil langkah bertahan dengan mengurangi takaran bahan baku dalam produksi tahu. Ia memilih tidak menaikkan harga jual karena khawatir kehilangan pelanggan.
“Kami mengecilkan ukuran. Kalau harga dinaikkan sendiri tidak bisa, harus bareng-bareng. Jadi sementara ini kami kurangi takaran,” katanya.
Tak Cuma Kedelai untuk Tahu, Bahan Baku Lainnya Juga Alami Kenaikan Harga
Selain kedelai, kenaikan juga terjadi pada sejumlah bahan baku lain seperti minyak goreng, plastik, hingga kayu bakar. Harga minyak goreng, misalnya, naik dari sekitar Rp16.000 menjadi Rp20.500 per kilogram.
Sementara itu, harga plastik bahkan mengalami kenaikan signifikan. Untuk plastik bening, kenaikan bisa mencapai 100 persen, sedangkan plastik kantong naik sekitar 25 hingga 30 persen.
“Biaya produksi jelas membengkak. Semua bahan naik, bukan cuma kedelai,” ujarnya.
BACA JUGA: Produsen Tahu di Jateng Tercekik Harga Bahan Baku, Ahmad Luthfi: Aduh, Tanyakan ke Menteri Kedelai





