Menurutnya, selisih harga antara tingkat kandang dan harga pasar sangat tidak wajar sehingga merugikan peternak.
“Jadi harga ini, harga yang sekarang ini bukan harga asli. Ada middleman. Bisa dari peternak berat butuh duit dijual semurahnya. Jadi memang harga telur, juga ayam itu sangat sensitif terhadap isu,” ujar Herry Dermawan.
BACA JUGA: Antisipasi Penyebaran PMK, Kementan Gelontorkan 50 Ribu Dosis Vaksin untuk 7 Provinsi
Herry juga meminta Satgas Pangan turun tangan untuk mengawasi distribusi dan rantai perdagangan telur di pasaran.
“Kita juga minta bantuan Satgas Pangan supaya nggak mempermainkan harga. Ini harga nggak wajar. Kalian tau tadi harga berapa dibilang? Rp21.000, kalian beli telur berapa? Rp29.000-Rp30.000 per kg, siapa yang menikmati Rp8.000 itu? itu yang saya bilang, harga sekarang ini bukan harga asli,” imbuhnya. (*)





