SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang memanfaatkan momentum Hari Anak Nasional 2026 untuk memperkuat ekosistem dan cakupan pendidikan inklusi di daerah.
Selain menambah infrastruktur pendukung, Pemkab Semarang juga akan meningkatkan kapasitas pendidik agar mampu memberikan layanan pendidikan inklusi secara optimal.
Hal tersebut Bupati Semarang Ngesti Nugraha tegaskan usai menghadiri peringatan Hari Anak Nasional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis, 23 Juli 2026.
Menurut Ngesti, kepedulian bersama terhadap anak sangat penting agar generasi penerus dapat memperoleh hak pendidikan dengan baik. Hal tersebut juga berlaku bagi anak-anak berkebutuhan khusus melalui penyelenggaraan pendidikan inklusi yang bermutu.
“Tak terkecuali dengan anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus, melalui penyelenggaraan pendidikan inklusi yang baik dan lebih bermutu,” jelasnya.
BACA JUGA: Petani Muda Hanya 11,8 Persen, Pemkab Semarang Perkuat Regenerasi Lewat Sekolah Tani Milenial
Pemkab Semarang melalui Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikbudpora) bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Semarang juga terus mendata anak-anak yang membutuhkan layanan pendidikan inklusi, mulai jenjang TK hingga SMP sederajat.
Untuk 2027, Pemkab Semarang telah menyiapkan anggaran beasiswa bagi sekitar 1.682 anak. Ngesti pun mengajak seluruh pihak ikut peduli dan mendukung pemenuhan hak pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus.
Di sisi lain, Pemkab Semarang terus berupaya meningkatkan infrastruktur pendukung pendidikan inklusi di berbagai sekolah.
“Termasuk meningkatkan kapasitas pendidik agar memiliki kemampuan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusi dengan optimal di sekolah-sekolah yang ada,” tegasnya.
Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Semarang menekankan pentingnya memberikan jaminan perlindungan bagi anak dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi.
Kepala DP3AKB Kabupaten Semarang, Dewanto Leksono Widagdo, mengatakan pendidikan inklusi harus mampu melindungi anak dari bullying, diskriminasi, dan berbagai bentuk perlakuan tidak adil lainnya.
Menurutnya, Pemkab Semarang juga telah memberikan dukungan anggaran untuk anak-anak berkebutuhan khusus pada 2027.





