Jateng

Hari Terakhir Demonstrasi, Jateng Guyub Bunyikan Kentongan sebagai Tanda Bahaya bagi Jawa Tengah

×

Hari Terakhir Demonstrasi, Jateng Guyub Bunyikan Kentongan sebagai Tanda Bahaya bagi Jawa Tengah

Sebarkan artikel ini
demonstrasi
Massa aksi membawa kentongan sebagai simbol tanda bahaya di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Jumat, 24 Juli 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Joko menegaskan, demonstrasi selama tiga hari bukan menjadi akhir dari gerakan Aliansi Jateng Guyub. Menurutnya, aksi serupa akan terus pihaknya lakukan selama tuntutan mereka belum terpenuhi.

“Selama tuntutan dulur-dulur ini belum terpenuhi dan masih ada kerusakan lingkungan serta kriminalisasi, kami akan terus jalan,” ujarnya.

Ia mengatakan, Jateng Guyub juga akan terus menggalang dukungan dari berbagai elemen masyarakat untuk mengawal isu-isu lingkungan maupun persoalan yang dihadapi petani di Jawa Tengah.

“Tiga hari ini baru awal, gerakan Jateng Guyub ini baru awal,” tandas Joko.

Perwakilan Perempuan Tagih Janji Gubernur Luthfi

Dalam aksi tersebut, perwakilan perempuan bernama Uli menyampaikan orasi yang menyoroti persoalan ruang hidup masyarakat. Ia mengatakan petani dan nelayan selama ini menggantungkan hidup pada tanah, laut, dan sumber daya alam.

Pemerintah seharusnya, kata Uli, memberikan perlindungan terhadap ruang hidup masyarakat, bukan justru membiarkan berbagai persoalan yang mengancamnya.

“Kalau Bapak tidak memberi kami uang, biarkan kami hidup dengan tenang. Bertani, melaut, dan membiarkan air memberi kehidupan kami,” seru Uli di hadapan massa.

Ia juga meminta pemerintah menjamin masyarakat tetap dapat bertani dan melaut tanpa adanya gangguan terhadap ruang hidup mereka.

BACA JUGA: Gubernur Ahmad Luthfi Doakan Korban Kecelakaan Kereta di Kokrosono Semarang, Pastikan Bantuan Perawatan

Sementara itu, orator perempuan lainnya menagih janji Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang saat masa kampanye menyatakan akan mengayomi masyarakat.

“Tapi nyatanya, kami di sini tiga hari tidak Bapak temui sekalipun,” ujar perempuan tersebut.

Orator tersebut kemudian mengajak massa meneriakkan seruan agar gubernur keluar menemui demonstran.

“Keluar Luthfi! Keluar! Keluar Gubernur!” teriaknya yang disambut peserta aksi. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp