SEMARANG, beritajateng.tv – Seekor harimau putih bernama Anggun milik Semarang Zoo dikabarkan mati. Padahal sosok harimau putih ini menjadi salah satu primadona di BUMD milik Pemkot Semarang, sehingga kematiannya cukup disayangkan.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng memastikan akan mengusut penyebab kematian satwa langka yang selama ini menjadi salah satu ikon dan daya tarik utama kebun binatang ini.
Informasi yang beredar menyebutkan, dugaan Anggun meninggal setelah mengalami komplikasi akibat prosedur anestesi yang memicu abses hingga infeksi.
Namun hingga kini belum ada keterangan resmi yang memastikan penyebab pasti kematian harimau putih tersebut.
Menanggapi kabar itu, Agustina mengaku prihatin sekaligus kehilangan karena Anggun merupakan salah satu aset penting Semarang Zoo yang menjadi favorit pengunjung.
“Sangat sedih ya, nanti akan kita selidiki karena itu salah satu kekayaan di Semarang Zoo,” kata Agustina di Balai Kota Semarang, Jumat, 24 Juli 2026.
Agustina mengaku sedih dengan kabar kematian tersebut, pasalnya Anggun menjadi salah satu magnet wisata di Semarang Zoo.
BACA JUGA: Gemas Banget! Dua Bayi Kapibara Lahir di Semarang Zoo, Hasil Pertukaran dengan Taman Margasatwa Ragunan
Selain menyelidiki, Agustina mengaku jika kematian Harimau Putih ini juga bisa menjadi pelajaran bagi petugas yang ada disana.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan meminta penjelasan lengkap dari pengelola Semarang Zoo. Investigasi untuk memastikan penyebab kematian Anggun sekaligus menghindari kejadian serupa terulang di kemudian hari.
“Kita akan selidiki apakah kesalahan anastesi ini benar. Kejadian ini agar bisa jadi pelajaran baik, bagi temen-temen yang bertugas merawat hewannya,” Imbuhnya.
Menurutnya, hingga saat ini ia belum menerima laporan rinci terkait kronologi maupun hasil pemeriksaan medis terhadap harimau putih tersebut. Karena itu, ia telah meminta manajemen Semarang Zoo segera menyampaikan laporan secara menyeluruh.
“Detailnya saya belum dapat laporan, saya sedang minta penjelasan teman-teman di Semarang Zoo, mengapa dan bagaimana ini terjadi,” pungkasnya. (*)





