“Kami sudah menyampaikan kepada Dinas Pendidikan agar sekolah-sekolah yang selalu kelebihan pendaftar bisa dikaji penambahan rombongan belajar atau kelas. Apalagi di wilayah yang banyak di huni keluarga muda,” katanya.
Di sisi lain, dewan juga meminta pemerintah berhati-hati dalam mengambil keputusan terhadap sekolah yang mengalami kekurangan siswa.
Evaluasi regrouping atau penggabungan sekolah tetap harus mempertimbangkan akses pendidikan masyarakat sekitar.
“Kalau hanya ada satu sekolah di suatu wilayah, tentu tidak bisa langsung digabung atau ditutup. Semua harus melalui kajian yang matang,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Semarang, Aji Nur Setyawan, mengimbau para orang tua untuk terus memantau jurnal pendaftaran hingga batas akhir pendaftaran pada Jumat malam.
Ia menjelaskan calon peserta didik yang peluang keterimanya kecil masih memiliki kesempatan memindahkan pilihan sekolah secara mandiri melalui sistem hingga pukul 23.59 WIB.
“Kalau posisi anak sudah tidak memungkinkan masuk di pilihan pertama. Silakan pindah ke sekolah lain yang masih memiliki peluang menerima siswa. Pemindahan bisa orang tua lakukan berkali-kali sampai batas waktu penutupan,” jelas Aji.
Menurut dia, sekolah-sekolah yang berada di kawasan padat penduduk umumnya telah memenuhi bahkan melampaui kuota. Sebaliknya, beberapa sekolah di wilayah tengah kota masih memiliki kursi kosong.
Terkait kemungkinan regrouping sekolah yang kekurangan siswa, Dinas Pendidikan belum mengambil keputusan dan masih menunggu hasil akhir SPMB 2026.
“Kami akan melakukan kajian terlebih dahulu. Tidak serta-merta sekolah yang siswanya sedikit langsung di gabung. Faktor akses masyarakat tetap menjadi pertimbangan utama,” katanya.
Sekolah Favorit Kembali Kebanjiran Pendaftar
Kepala SD Negeri Kalibanteng Kidul 01, Rumiyati, mengungkapkan fenomena membludaknya pendaftar bukan hal baru. Pada tahun sebelumnya jumlah pendaftar bahkan hampir mencapai 200 siswa.
“Tahun ini kuota kami 84 siswa atau tiga rombongan belajar. Sampai hari terakhir pendaftaran jumlah pendaftar sudah mencapai 106 anak. Alhamdulillah selama proses berlangsung semuanya berjalan lancar,” ujar Rumiyati.





