Jateng

Heboh Ibu Guru Kepergok Mesum dengan Pelajar SMP, Polisi Turun Tangan

×

Heboh Ibu Guru Kepergok Mesum dengan Pelajar SMP, Polisi Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
guru mesum
Ilustrasi pacaran. (Foto: Pexels/Pixabay)

GROBOGAN, beritajateng.tv – Kabar soal ibu guru kepergok menyetubuhi siswanya di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, membuat heboh masyarakat.

Kabarnya, guru tersebut diduga beberapa kali mengajak siswa laki-lakinya berhubungan badan.

Hingga suatu hari, warga memergoki keduanya tengah berhubungan badan di rumah ST. Kabar itu pun langsung beredar di sejumlah akun media sosial.

Sementara itu, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Grobogan Ipda Yusuf Al Hakim mengatakan pihak kepolisian memantau kabar itu meski belum ada laporan resmi ke pihaknya. Pengumpulan informasi pun masih terus dilakukan.

BACA JUGA: Tanggapi Napi Mesum Viral di Lapas, Polda Jateng: Itu Video Lama

Kendati demikian, Yusuf mengatakan, pihaknya sudah menghubungi orang tua murid SMP itu, namun orang tuanya masih di luar kota.

Polisi sudah melakukan rangkaian penyelidikan, termasuk memeriksa saksi. Kemudian polisi juga berupaya memberikan pendampingan psikologis kepada siswa yang masih duduk di bangku kelas 9 SMP itu.

“Melaksanakan serangkaian penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi. Dan upaya pendampingan psikologis terhadap korban,” ujar Yusuf.

Awal kejadian

Hal ini berawal dari guru perempuan ini yang mengajak siswanya belajar ngaji di rumahnya. Mulanya, kegiatan tersebut berjalan normal, namun pelaku mengajak korban berbuat hal tak senonoh.

Berdasarkan pengakuan korban, modus yang dilakukan bu guru berstatus janda itu yakni mengiming-imingi korban dengan sejumlah uang dan pakaian kalau menerima ajakan berhubungan intim.

Tak hanya itu, korban juga mengaku takut mendapat nilai jelek kalau menolak ajakan terduga pelaku.

BACA JUGA: Viral Pasangan Berbuat Mesum di Taman Halmahera Semarang, Polisi Turun Tangan

Setelah penggerebekan itu, terduga pelaku itu keluar dari tempatnya mengajar. Belakangan korban juga sudah tidak masuk sekolah lagi.

Kabarnya, tindakan tak senonoh ini sudah berjalan sekitar 10 kali selama lebih dari setahun. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp