Sugeng telah mengabdi selama 25 tahun sebagai Asisten Apoteker pada Gudang Farmasi. Fisiknya dikenal prima, dan sering menjelajahi jalur-jalur ekstrem pegunungan tanpa kendala. Ia biasa memulai pendakian Jumat, lalu kembali bekerja pada Senin pagi.
Perwakilan Dinas Kesehatan Temanggung, menyatakan bahwa Sugeng kerap memberi kabar dari tiap pos yang ia lewati. Namun, kali ini tidak ada satu pesan pun masuk ke ponsel istrinya sejak awal pendakian.
BACA JUGA: Gunung Merbabu Resmi akan Buka Kembali, Berikut 2 Jalur Pendakian yang Bisa Kamu Lewati
Pihak keluarga mulai cemas karena hingga Minggu belum juga muncul tanda-tanda keberadaannya. Mereka langsung melibatkan relawan dan melapor ke pihak berwenang.
Informasi terakhir menyebutkan bahwa Sugeng sempat mencapai Pos 5. Ia juga mendirikan tenda di area tersebut. Namun saat tim pencari tiba, hanya ditemukan jas hujan, sepatu, dan mantel yang tertinggal di lokasi. Tak satu pun jejak yang mengarah ke keberadaannya.
Sugeng memang sering mendaki seorang diri. Jalur Timboa juga bukan hal baru baginya, karena sudah beberapa kali ia lewati. Meski begitu, medan Gunung Merbabu tetap menyimpan risiko besar, bahkan untuk pendaki berpengalaman. (*)