SEMARANG, beritajateng.tv – Akibat tingginya curah hujan dan cuaca buruk pada Selasa, 21 Oktober 2025, membuat penerbangan di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang terkena imbasnya.
Penerbangan di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang sempat mengalami keterlambatan penerbangan atau delay.
Branch Communication & CSR Department Head Bandara Ahmad Yani Semarang, Arif Haryanto membenarkan adanya Return to Apron (RTA).
Return to Apron merupakan prosedur di mana sebuah pesawat yang belum terbang kembali ke area parkir (apron) sebelum lepas landas.
BACA JUGA: Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang Raih Juara I Ajang Ensia 2025
Penyebabnya bisa karena berbagai alasan, mulai dari masalah teknis ringan hingga kondisi darurat. Seperti cuaca ekstrem hingga perbaikan sebelum pesawat melanjutkan penerbangan.
“Jadi tadi memang sempat ada pesawat Citilink QG793 rute Semarang ke Jakarta yang melakukan RTA di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang,” ujar Arif.
Menurut Arif, Return to Apron dan delay penerbangan terjadi karena kondisi cuaca buruk (bad weather).
“Pesawat tersebut sedianya berangkat dari Semarang pukul 16.30 WIB. Namun karena kondisi cuaca, pesawat yang sempat akan melakukan take-off tersebut akhirnya memutuskan untuk kembali ke apron,” imbuhnya.
Pesawat Citilink tersebut kemudian diberangkatkan dari Semarang pukul 18.09 WIB dan telah mendarat di Jakarta pukul 18.59 WIB.
“Saat ini kondisi cuaca telah membaik dan operasional penerbangan di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang berjalan normal,” papar Arif ketika di konfirmasi BeritaJateng.tv. (*)
Editor: Elly Amaliyah





