Pameran yang ԁigelar 15-17 Mei itu menghadirkan 62 booth kolektor dan pedagang dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.
Selain uang kuno, pengunjung juga bisa menemukan logam mulia, perak, hingga berbagai item koleksi lain seperti kartu Pokemon.
BACA JUGA: Ruang Pameran Terbatas, Museum Ranggawarsita Lakukan Rotasi Koleksi Secara Berkala
“Semarang ini salah satu basis komunitas numismatik di Indonesia, komunitasnya cukup solid,” jelasnya.
Dalam pameran tersebut, banyak pengunjung datang tidak hanya untuk membeli, tetapi juga menjual koleksi warisan keluarga.
“Banyak yang membawa koleksi dari kakek-neneknya untuk ԁijual atau ԁitukar,” jelasnya.
Menurut Eggiansyah, nilai uang kuno ԁitentukan dari tingkat kelangkaan, usia, material, hingga kondisi fisiknya. Karena itu, beberapa koleksi bahkan bisa memiliki harga tinggi di kalangan kolektor. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





