Peristiwa

Hujan Deras Sebabkan Talud Longsor di Semarang, BPBD Ingatkan Warga untuk Waspada

×

Hujan Deras Sebabkan Talud Longsor di Semarang, BPBD Ingatkan Warga untuk Waspada

Sebarkan artikel ini
Hujan Deras Sebabkan Talud Longsor di Semarang, BPBD Ingatkan Warga untuk Waspada
Kondisi talud longsor akibat hujan deras yang mengguyur di Gunungpati Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Hujan deras yang terjadi selama beberapa hari mengakibatkan talud rumah warga di Jalan Jetis, RT 6/RW 9, Gunungpati, Kota Semarang akhirnya longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro P Martanto, mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Endro menjelaskan bahwa hujan intensitas tinggi mulai mengguyur kawasan tersebut dari siang hingga petang. Menyebabkan talud di Gunungpati Semarang sepanjang 10 meter dan tinggi 4 meter tersebut longsor. Material longsor menutupi akses jalan bagi warga setempat.

BACA JUGA: Akibat Hujan Lebat, Jalan Utama Banajarejo-Blora Longsor

“Sebelum kejadian, kami mencatat bahwa intensitas hujan sangat tinggi dan aliran air tidak lancar. Sehingga genangan membuat tanah talud menjadi labil dan akhirnya menyebabkan longsor. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini,” ujarnya.

Pasca kejadian, petugas BPBD bersama aparat wilayah setempat segera mendatangi lokasi untuk melakukan pendataan dan penilaian dampak longsor.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem, terutama saat puncak musim hujan. Kami harap warga aktif melaporkan setiap kejadian bencana, baik itu banjir maupun tanah longsor. Kepada RT/RW atau perangkat kelurahan untuk penanganan yang cepat,” tambahnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan prediksi cuaca ekstrem yang akan berlangsung di wilayah Jawa Tengah mulai 13 hingga 15 Januari 2025. Hal ini karena adanya gangguan tropis terpantau di sebelah selatan Nusa Tenggara Timur.

Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo, menjelaskan bahwa gangguan tropis ini dapat menyebabkan pola belokan angin dan konvergensi di Jawa Tengah.

“Kondisi kelembapan udara di berbagai ketinggian cenderung basah, sehingga berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan yang menjulang tinggi. Labilitas udara cenderung meningkat, yang menyebabkan kemungkinan cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan petir serta angin kencang di beberapa wilayah Jawa Tengah selama periode tersebut,” papar Yoga. (*)

Editor: Elly Amaliyah