SEMARANG, beritajateng.tv – Video perselisihan antara warga dan pemilik ruko warung bakso terkait pembuangan limbah ke selokan di kawasan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, pada Selasa, 3 November 2026 malam, sempat menjadi perbincangan di media sosial.
Pria yang terlihat dalam video tersebut, Eka Kurniawan, akhirnya memberikan penjelasan mengenai kronologi kejadian dari sudut pandangnya.
Eka yang merupakan pengurus RT sekaligus warga setempat mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB hingga 22.30 WIB. Saat mendengar keributan di depan rumah, dia keluar untuk mengetahui persoalan yang terjadi sekaligus mencoba menengahi kedua pihak.
Dia mengatakan, meminta warga dan pemilik warung agar tidak melanjutkan perdebatan pada malam hari. Eka juga menyarankan agar persoalan mereka sampaikan kepada pengurus RT untuk jadi pembahasan melalui forum warga.
“Saya mencoba memediasi, menengahi permasalahannya apa? Saya bilang, malam-malam tidak usah ribut-ribut. Monggo lapor ke RT supaya bisa ada tindak lanjut pada forum warga,” kata Eka, Sabtu, 7 November 2026.
Eka bilang, situasi kemudian memanas setelah dia menyampaikan saran tersebut. Dia mengaku terpancing emosi ketika mendapat respons yang dia anggap tidak pantas.
“Saya terpancing emosi karena ketika saya ngomong seperti itu, dia ngomong, ‘saya harus ngomong bahasa apa? bahasa hewan atau bahasa binatang’,” tutur Eka menirukan tetangganya yang memprotes pembuangan kuah limbah bakso tersebut.
BACA JUGA: Kasus Pembakaran 3 Santri di Ponpes Lombok, Pesantren Disebut Beri Uang Hanya Rp1 Jutaan
“Otomatis saya terpancing emosi, saya orang tua kok. Apalagi, mereka secara sosial bermasalah, mohon maaf,” katanya.
Eka juga membantah anggapan bahwa dia bersikap arogan sebagaimana kesan yang muncul dalam potongan video viral.
Menurutnya, rekaman yang beredar di media sosial tidak memperlihatkan keseluruhan kejadian. Di mana proses komunikasi yang berlangsung malam itu.
“Duduk permasalahannya tidak sebagaimana yang kemudian viral di media sosial. Videonya kepotong-potong, tidak seperti itu. Saya juga kaget tiba-tiba seolah-olah saya yang arogan,” katanya.





