Jateng

Husein Mundur, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Tegaskan Tetap Kawal Pemakzulan Bupati Sudewo

×

Husein Mundur, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Tegaskan Tetap Kawal Pemakzulan Bupati Sudewo

Sebarkan artikel ini
Pati KPK | Aliansi Masyarakat Pati Bersatu
Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Supriyono alias Botok (kiri) dan Teguh Istiyanto (kanan). (Foto: Instagram/@patisakpore

PATI, beritajateng.tv – Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) kembali jadi sorotan usai Ahmad Husein menyatakan mundur dari barisan.

Husein sebelumnya berperan sebagai inisiator gerakan penolakan terhadap Bupati Pati, Sudewo. Namun, keluarnya Husein tak menggoyahkan langkah para koordinator lain yang tetap bersikeras melanjutkan perjuangan.

Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, menegaskan bahwa pergerakan tetap berlanjut tanpa bergantung pada satu tokoh.

BACA JUGA: Khawatir Sarat Politik, Pentolan Demo Pati Sebut Aksi 25 Agustus Batal, Pilih Damai dengan Bupati Sudewo

“Gerakan ini milik rakyat. Mundurnya Mas Husein tidak menyurutkan semangat. Satu hilang seribu muncul. Kami akan terus menyuarakan aspirasi masyarakat Pati agar Sudewo turun dari kursi bupati,” ujar Botok di Posko Masyarakat Pati Bersatu, di depan kantor DRPD Pati, Selasa, 19 Agustus 2025 malam.

Sementara itu, Teguh Istiyanto, koordinator lain AMPB, menyebut aliansi bukan organisasi formal melainkan wadah kolektif. Menurutnya, Husein berhak keluar dan pihaknya tak mempermasalahkan keputusan itu.

“Kami hormati pilihan beliau. Namun perjuangan kami masih murni. Kalau ada tudingan kepentingan politik, biarlah. Yang jelas kami tetap berjuang untuk Pati dan Indonesia,” ungkap Teguh.

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu: “Demo susulan 25 Agustus inisiatif pribadi Husein”

Teguh juga bersyukur aksi demo susulan pada 25 Agustus batal terlaksana. Ia menilai rencana itu muncul dari inisiatif pribadi Husein tanpa koordinasi dengan rekan-rekan AMPB.

Terlebih, aliansi sudah bersepakat bersama Polresta Pati untuk tak lagi menggelar unjuk rasa selama Pansus Hak Angket DPRD masih berjalan.

“Kami ingin Pati kondusif. Aksi tanggal 13 [Agustus] sudah cukup jadi bukti banyaknya warga menolak Sudewo. Selanjutnya, fokus kami mengawal proses di DPRD,” tegasnya.

Menurut Teguh, perjuangan tidak semata lewat aksi jalanan. Ia berharap masyarakat tetap sabar menunggu hasil Pansus Hak Angket.

BACA JUGA: Pati Bakal Demo Lagi 25 Agustus, Mendagri Wanti-wanti Hal Ini

“Kalau memang pemakzulan jadi jalan keluarnya, biarlah proses itu kita tempuh. Kami percaya DPRD tidak akan berkhianat pada rakyat,” tambahnya.

Posko yang berdiri di depan gedung DPRD Pati itu Teguh sebut sebagai simbol dukungan moral untuk anggota dewan. “Kami ingin mereka sadar bahwa rakyat ada di belakang. Jangan takut bongkar fakta,” ucapnya.

Ia pun menegaskan bahwa nama aliansi, yang kabarnya bakal Husein legalkan sebagai pencetus, bukan persoalan besar.

“Kalau mau dia (Husein) klaim, silakan. Yang penting kami rakyat Pati bersatu demi perubahan. Kalau ada warga yang ingin gabung ke gerakan ini, lepas baju organisasi atau bendera apa pun; kita atasnamakan diri sebagai rakyat,” tandasnya. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp