Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang memberikan pendampingan psikologis kepada korban. Kepala DP3A Kota Semarang, Eko Krisnarto, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim psikolog untuk membantu proses pemulihan korban agar dapat kembali beraktivitas dan belajar dengan normal.
BACA JUGA: Kasus Dugaan Bullying Siswa SMP di Semarang Naik ke Penyidikan, Polisi Periksa 5 Saksi
“Kami fokus mendampingi korban sampai pulih secara psikologis dan bisa kembali bersekolah dengan nyaman. Saat ini yang menjadi perhatian adalah pemulihan traumanya,” ujar Eko.
Eko mengungkapkan, korban hingga kini masih mengalami ketakutan ketika berada di lokasi yang mengingatkannya pada kejadian tersebut. Termasuk saat harus menuju toilet sekolah yang 𝖽iduga menjadi tempat terjadinya perundungan.
Ia menambahkan, DP3A memiliki sejumlah psikolog klinis yang menangani berbagai kasus kekerasan terhadap anak maupun perempuan. Pendampingan 𝖽ilakukan secara bertahap sesuai perkembangan kondisi korban.
“Jadi DP3A itu ada psikolog-psikolog klinis yang handal yang akan mendampingi [korban]. Ada psikolog rumah tangga, ada yang khusus psikolog anak-anak. Tujuannya agar korban tidak mengalami trauma berkepanjangan,” ujarnya.
Sementara itu, beritajateng.tv telah mencoba menghubungi pihak sekolah melalui pesan WhatsApp dan mendatangi sekolah, namun belum ada tanggapan dari yang bersangkutan. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





