Ia berharap tradisi tersebut dapat terus berlangsung sehingga masyarakat dapat mengambil nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya.
“Tradisi ini akan terus hidup dan akan kita ulangi lagi untuk terus-menerus mengambil dan menciptakan energi positif sampai dengan tahun mendatang,” katanya.
Agustina juga memberikan apresiasi kepada keluarga besar Klenteng Tay Kak Sie dan Sam Poo Kong, panitia, komunitas, seniman, relawan, para penari hingga generasi muda yang terlibat dalam festival tersebut.
Menurutnya, regenerasi menjadi hal penting dalam menjaga tradisi. Anak-anak yang ikut menyaksikan maupun terlibat dalam festival hari ini harapannya kelak menjadi penerus tradisi tersebut.
“Saya yakin kira-kira 10-15 tahun mendatang akan meneruskan tradisi ini menjadi lebih baik, lebih meriah, lebih banyak orang,” ujarnya.
Masuk Karisma Event Nusantara 2026
Agustina mengatakan Festival Arak-arakan Cheng Ho memiliki posisi penting bagi Kota Semarang. Selain telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia, festival tersebut juga masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Menurut dia, pengakuan tersebut turut meningkatkan daya tarik Festival Arak-arakan Cheng Ho bagi wisatawan.
Agustina menyebut tamu dari berbagai daerah hingga perwakilan Konsulat Jenderal China turut hadir dalam rangkaian kegiatan. “Festival Arak-arakan Cheng Ho ini sangat terkenal dan sangat wisatawan minati,” katanya.
Ia menilai festival tersebut memberikan nilai tambah bagi Semarang karena mampu memperkuat tradisi sekaligus menjadi daya tarik wisata dan hiburan bagi masyarakat.
“Ini adalah tradisi yang menguatkan kita di Kota Semarang, juga memberikan hiburan dan memberikan keindahan bagi masyarakat Kota Semarang,” ujarnya.
Agustina berharap pengakuan sebagai warisan budaya dan masuknya festival dalam KEN 2026 semakin mendorong masyarakat, terutama generasi muda, untuk ikut menjaga tradisi tersebut.
“Semoga pengakuan tersebut mendorong kita untuk terus bersemangat menjaga tradisi, memperkenalkannya kepada generasi muda, dan mengembangkan sebagai bagian dari kekuatan budaya dan pariwisata Kota Semarang,” katanya.





