SEMARANG, beritajateng.tv – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menjadi salah satu sosok yang mencuri perhatian dalam penutupan tradisi Festival Arak-arakan Cheng Ho ke-621 di Klenteng Besar TITD Tay Kak Sie, Gang Lombok, Kota Semarang, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Agustina tidak hanya hadir menyaksikan rangkaian kirab. Ia turut terlibat dalam prosesi saat arak-arakan tiba di Klenteng Tay Kak Sie.
Dalam momen tersebut, Agustina ikut memanggul Kio atau tandu Sam Poo Tay Djien bersama sejumlah peserta kirab. Rombongan kemudian berlari dan mendobrak pintu utama Klenteng Tay Kak Sie sebagai bagian dari rangkaian ritual penyambutan.
Aksi mendobrak pintu klenteng dalam tradisi Festival Arak-arakan Cheng Ho di Semarang memiliki makna simbolis sebagai bentuk penghormatan, permohonan izin (kulon nuwun), serta penjemputan berkah spiritual.
Momen tersebut berlangsung meriah. Peserta dan umat yang memenuhi kawasan klenteng turut menyaksikan prosesi tersebut hingga suasana semakin semarak.
BACA JUGA: Kisah Devia Nalini Firdaus, Belajar Wushu Sejak Usia 7 Tahun hingga Dapat Julukan Si Ratu Pedang
Wali Kota Semarang itu mengatakan seluruh rangkaian Festival Arak-arakan Cheng Ho tahun ini berlangsung luar biasa. Ia menyebut semangat peserta tetap tinggi meski rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak tengah malam hingga siang dan sore hari.
“Setelah tadi pagi di Sam Poo Kong dan sekarang kembali ke sini, stamina para peserta arak-arakan masih sangat kuat, bahagia dan gembira. Kira-kira masih siap kalau mau arak-arakan ke mana lagi,” kata Agustina di Klenteng Tay Kak Sie pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Menurutnya, semangat tersebut menunjukkan bahwa kirab tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebahagiaan dan energi positif bersama.
“Itu membuktikan bahwa arak-arakan ini sebagai upacara untuk mengumpulkan energi bahagia,” ujarnya.
Tradisi Cheng Ho Jadi Energi Positif Semarang
Agustina menilai Festival Arak-arakan Cheng Ho menjadi pengingat sekaligus bagian dari perjalanan sejarah Kota Semarang yang terus diwariskan lintas generasi.





