Jateng

Impian ke Tanah Suci Tak Lagi Sekadar Angan, Program Umrah Gratis Wali Kota Agustina Sasar Guru Madin dan TPQ di Semarang

×

Impian ke Tanah Suci Tak Lagi Sekadar Angan, Program Umrah Gratis Wali Kota Agustina Sasar Guru Madin dan TPQ di Semarang

Sebarkan artikel ini
Impian ke Tanah Suci Tak Lagi Sekadar Angan, Program Umrah Gratis Wali Kota Agustina Sasar Guru Madin dan TPQ di Semarang
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat memberikan hadiah umrah di kantor PWNU Jateng, beberapa waktu lalu. (Ellya/beritajateng.tv)

Pada 2026, jumlah penerima bisyaroh meningkat menjadi 4.000 orang. Jumlah tersebut bertambah dari 3.000 penerima sebelumnya. Pemkot Semarang juga sempat meningkatkan jumlah penerima menjadi 3.500 orang pada September 2025.

Setiap penerima memperoleh bisyaroh sebesar Rp1,5 juta per triwulan. Bantuan ini menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap para pendidik yang menjaga keberlangsungan pendidikan agama di lingkungan masyarakat.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti sebelumnya menegaskan bahwa guru Madin dan TPQ memiliki peran besar dalam membentuk generasi muda yang berilmu dan berkarakter.

“Santri yang sebagian besar saat ini menjadi guru Madin dan TPQ memiliki peran penting dalam mengenalkan Al-Qur’an, membiasakan ibadah, serta menanamkan akhlak dan kepedulian sosial kepada anak-anak. Pengabdian mereka menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang berilmu dan berkarakter,” ujar Agustina saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Santri di Balai Kota Semarang, Kamis (22/10/2026).

Peran guru Madin dan TPQ memang tidak sebatas mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Mereka juga mendampingi anak-anak memahami nilai-nilai agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, dukungan terhadap pendidik keagamaan menurutnya perlu berjalan beriringan. Program umrah menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian, sedangkan bisyaroh membantu memberikan dukungan finansial bagi mereka.

Anasom berharap perhatian tersebut terus Pemkot pertahankan. Dengan program yang berkelanjutan dan kuota penerima yang semakin luas, semakin banyak guru Madin dan TPQ di Kota Semarang berpeluang mewujudkan impian beribadah ke Tanah Suci sekaligus melanjutkan pengabdian mereka dalam mendidik generasi muda. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp