Jateng

Indeks Demokrasi Indonesia Turun pada 2025, Wamenko Polkam: Ada Gangguan Kebebasan Berkumpul oleh Aparat

×

Indeks Demokrasi Indonesia Turun pada 2025, Wamenko Polkam: Ada Gangguan Kebebasan Berkumpul oleh Aparat

Sebarkan artikel ini
Pesta Babi | Indeks Demokrasi Indonesia
Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) RI, Letjen TNI (Purn) Lodewijk F. Paulus, usai menghadiri Kick Off Evaluasi Nasional Capaian Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2025 di Hotel Horison Sentraland Semarang, Kamis, 22 Mei 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“Dan indikator ketujuh, pers yang bebas dalam menjalankan tugasnya. Teman-teman ini kurang gangguan. Artinya di tingkat provinsi sudah bagus,” lanjutnya.

Indeks Demokrasi Jateng Naik ke Peringkat Tiga Nasional, Jogja Masih Tertinggi

Dalam evaluasi tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) juga mencatat lima provinsi dengan capaian indeks demokrasi tertinggi di Indonesia.

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menempati posisi pertama dengan nilai akumulatif 89,73. Pada aspek kebebasan, DIY memperoleh skor 91,57, aspek kesetaraan 89,38, dan kapasitas lembaga demokrasi sebesar 88,52.

Posisi kedua ԁitempati Bali dengan nilai 88,73. Bali mencatat aspek kebebasan sebesar 93,54, aspek kesetaraan 86,38, serta kapasitas lembaga demokrasi 86,80.

Sementara itu, Jawa Tengah naik dari peringkat empat menjadi posisi tiga nasional dengan nilai 86,72.

Paulus menuturkan, Jawa Tengah mencatat skor aspek kebebasan sebesar 80,85, aspek kesetaraan 86,42, serta kapasitas lembaga demokrasi 84,99.

“Di Jawa Tengah ԁia dari ranking keempat tahun kemarin naik menjadi ranking tiga,” ujar ԁia.

Kalimantan Barat yang sebelumnya berada di posisi tiga turun ke peringkat empat dengan nilai 86,17. Provinsi tersebut memperoleh nilai kebebasan sebesar 92,30, aspek kesetaraan 79,31, dan kapasitas lembaga demokrasi 88,3.

Sementara Jawa Timur menempati posisi lima dengan nilai total 84,05 yang terdiri dari aspek kebebasan sebesar 84,99, kesetaraan 85,69, dan kapasitas lembaga demokrasi 79,90. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp