Ekbis

Indonesia Dorong Pemberdayaan Perempuan Digital di W20 Summit Afrika Selatan

×

Indonesia Dorong Pemberdayaan Perempuan Digital di W20 Summit Afrika Selatan

Sebarkan artikel ini
Indonesia Dorong Pemberdayaan Perempuan Digital di W20 Summit Afrika Selatan
Indonesia Dorong Pemberdayaan Perempuan Digital di W20 Summit Afrika Selatan. (Doc. XLSmart)

JAKARTA, beritajateng.tv – W20 Summit di Afrika Selatan kembali menegaskan pentingnya mempercepat kesetaraan gender di tingkat global.

Pada pertemuan yang berlangsung di Johannesburg itu, delegasi dari berbagai negara mendorong agar kebijakan G20 lebih berpihak pada perempuan dan anak perempuan. Terutama dalam menghadapi ketidaksetaraan sistemik yang masih kuat di banyak negara.

Indonesia menjadi salah satu negara yang aktif menyuarakan agenda tersebut. Melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Delegasi Indonesia menekankan pentingnya memastikan bahwa komitmen G20 benar-benar hadir dalam bentuk kebijakan konkret dan terukur.

Deputi Bidang Kesetaraan Gender KemenPPPA, Amurwani Dwi Lestariningsih, menjelaskan bahwa Indonesia membawa sejumlah isu prioritas. Seperti penguatan ekonomi perawatan, peningkatan literasi dan inklusi digital, penanganan kekerasan berbasis gender, serta perluasan akses pembiayaan bagi UMKM perempuan.

Menurutnya, kesetaraan tidak hanya menjadi komitmen moral, tetapi juga mandat global untuk menciptakan kebijakan publik yang lebih inklusif.

Amurwani juga menyoroti Sisternet, program pemberdayaan digital dari XLSMART, sebagai salah satu contoh praktik terbaik dari Indonesia.

Program ini konsisten meningkatkan kapasitas perempuan melalui pelatihan digital, pengembangan kepemimpinan, mentoring usaha. Bahkan sampai kampanye literasi keuangan dan keamanan digital yang terintegrasi di dalam aplikasi Sisternet.

W20 Summit tahun ini menjadi momen penting karena bertepatan dengan peringatan satu dekade W20. Dalam sesi khusus tersebut, W20 meluncurkan Legacy Project 2025 yang bertujuan mempercepat pemberdayaan ekonomi perempuan dalam ekosistem G20.

Proyek ini akan diteruskan ke Empowerment of Women Working Group (EWWG) agar rekomendasi kebijakan dapat diterjemahkan menjadi program nyata di berbagai negara.

BACA JUGA: XLSMART Buka Pre-Order iPhone 17, Tawarkan Penawaran Eksklusif myPRIO DEAL dengan Dukungan eSIM

Ketua Delegasi W20 Indonesia, Hadriani Uli Silalahi, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil.

Ia menilai teknologi memiliki peran besar sebagai katalis dalam peningkatan keterampilan dan akses pasar perempuan. Karena itu, ia membuka peluang kemitraan lintas sektor untuk memperluas dampak program pemberdayaan hingga ke tingkat akar rumput.

Perwakilan Indonesia untuk EMPOWER Alliance, Yessie D Yosetya, menambahkan bahwa Sisternet telah menjadi platform terbuka yang mendorong perempuan Indonesia meningkatkan karier, keterampilan digital, serta kemampuan berbisnis.

Menurutnya, semangat “Satu Hati, Berjuta Inspirasi” menjadi pengingat bahwa setiap delegasi W20 dapat membawa ide yang mampu melahirkan perubahan positif di negara masing-masing.

Komuniké W20 yang dihasilkan dari summit ini sudah diserahkan ke EWWG untuk dibahas pada sidang teknis dan pertemuan tingkat menteri di Gauteng akhir Oktober lalu.

Dokumen tersebut kemudian direkomendasikan masuk ke Leaders’ Declaration G20 sebagai bentuk komitmen para pemimpin negara. Dengan alur itu, W20 memastikan bahwa rekomendasi kebijakan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi bergerak menuju implementasi nyata.

Sebanyak 20 negara hadir dalam forum tersebut, antara lain Argentina, Australia, Mesir, Kanada, Jepang, Inggris, Amerika Serikat, serta Indonesia.

Para delegasi sepakat memperkuat kerja sama internasional untuk memajukan pemberdayaan ekonomi perempuan, memperluas akses pendidikan, serta menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dan inklusif. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan lainnya lewat WhatsApp Channel beritajateng.tv dengan klik tombol berikut:
Gabung ke Saluran