Sementara itu, Kapolres Blora AKBP Wawan Andi mengatakan siap menindak tegas aksi premanisme yang mengganggu kelancaran pembangunan dan kemajuan Blora. Terlebih, jika ada premanisme baik berbentuk ormas maupun media.
“Bapak Presiden sudah memerintahkan kepada Kapolri untuk menindak tegas premanisme yang menghambat pembangunan, termasuk mengganggu investasi. Kami akan tidak tegas,” ungkap Kapolres.
Hal serupa juga tersampaikan oleh Dandim 0721/Blora Letkol Inf. Agung Cahyanto dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Blora, M Hafis Hasbullah.
BACA JUGA: Dapur Umum PKK Desa Sumber Salurkan Ratusan Nasi Bungkus untuk Korban Banjir Blora
Kedua instansi tersebut siap mendukung investasi dan bersama-sama memberantas aksi premanisme yang menghambat kemajuan Blora.
Sejumlah awak media di Blora pun menyambut baik kegiatan ini. Bahkan, mereka juga menilai kegiatan ini sangat positif.
Namun, mereka berharap acara semacam ini bisa berlangsung dengan waktu yang lebih longgar, agar diskusi untuk kemajuan Blora dan menjaga kondusifitas wilayah bisa lebih gayeng.
“Ini mumpung ketemu dengan pemimpin di Blora, harapannya diskusi membahas isu yang berkembang biaa terpecahkan dan transparan,” tandas Subkhan, salah satu waak media yang hadir. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





