SEMARANG, beritajateng.tv – Serapan Bantuan Operasional Pengurus (BOP) RT dan RW di Kota Semarang pada 2026 hampir menyeluruh. Namun, di balik tingginya angka pencairan, masih ada sejumlah pengurus lingkungan yang memilih tidak mengajukan bantuan tersebut.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang mencatat penyerapan BOP RT mencapai 95,7 persen hingga Oktober 2026. Sementara itu, penyerapan BOP RW berada di angka 93,8 persen.
Artinya, masih ada sekitar 4,3 persen pengurus RT dan 6,2 persen pengurus RW yang belum atau tidak mengajukan pencairan BOP.
BACA JUGA: Dana RT Rp25 Juta, DPRD Semarang Minta Pelaporan Tak Lagi Bebani Pengurus
Kepala DP3A Kota Semarang, Pranyoto, menanggapi persoalan tersebut, termasuk kabar mengenai pengurus RT di kawasan elite yang enggan mengambil bantuan operasional.
Di tengah tingginya partisipasi penerima, pemerintah kota masih perlu memastikan alasan sebagian pengurus tidak mengajukan BOP. Dengan begitu, evaluasi program tidak hanya berfokus pada persentase penyerapan, tetapi juga pada kebutuhan dan kemudahan akses bagi pengurus di tingkat lingkungan.
DP3A Bantah Ada Syarat Surat Penolakan
Pranyoto juga meluruskan kabar yang beredar mengenai prosedur penolakan BOP. Sejumlah informasi menyebut pengurus RT/RW harus membuat surat pernyataan hingga mengumpulkan tanda tangan seluruh warga apabila tidak ingin mengambil bantuan tersebut.
Ia menegaskan, ketentuan itu tidak tercantum dalam petunjuk teknis (juknis) BOP yang diterbitkan dinasnya.
“Kelihatannya tidak ada aturan seperti itu. Jadi tidak ada aturan dalam juknis kami yang mengharuskan pengurus yang tidak mengambil BOP untuk membuat surat pernyataan atau mengumpulkan tanda tangan warga,” tegas Pranyoto.
Penjelasan tersebut sekaligus menepis anggapan bahwa pengurus RT/RW harus melewati prosedur administratif khusus untuk menyatakan tidak mengambil BOP.
Meski demikian, pemerintah tetap perlu memastikan informasi mengenai mekanisme pengajuan dan pencairan bantuan tersampaikan secara merata kepada seluruh pengurus lingkungan.
Partisipasi BOP Turun Dibandingkan 2025
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, persentase pengajuan BOP RT dan RW pada 2026 tercatat sedikit menurun.





