Gaya HidupHeadlineNews Update

Intimate Wedding, Pesta Pernikahan dengan Undangan Terbatas yang Tetap Ngetren Usai Pandemi

×

Intimate Wedding, Pesta Pernikahan dengan Undangan Terbatas yang Tetap Ngetren Usai Pandemi

Sebarkan artikel ini
Marriage is Scary | pernikahan viral
Ilustrasi pernikahan. (Foto: Freepik)

SEMARANG, 13/3 (beritajateng.tv) – Pandemi Covid-19 yang berlangsung selama dua tahun mengubah berbagai kebiasaan yang berkaitan dengan acara berskala besar, tak terkecuali pesta pernikahan.

Lalu, bagaimana tren pesta pernikahan setelah pandemi ini? Owner The Executive Organizer, sebuah wedding organizer berbasis di Semarang, Theo Sutejo mengatakan, pandemi membawa perubahan terhadap tren pesta pernikahan di Indonesia, khususnya di Semarang.

“Salah satu tren yang sedang marak setelah pandemi itu adalah intimate wedding,” jelas Theo saat ditemui pada acara Ikapesta Wedding Expo 2023, Minggu, (12/3/2023) malam.

Ia melanjutkan bahwa permintaan pesta pernikahan saat ini sudah didominasi dengan konsep intimate wedding. Intimate wedding sendiri tidak mengedepankan jumlah tamu yang banyak, akan tetapi lebih fokus kepada detail acara yang lebih terperinci.

Detail acara yang terperinci dan dengan jumlah tamu sedikit tentu dapat membuat pengantin bisa interaksi dengan tamu secara personal.

“Jumlah undangan kalau dulu bisa 600-800 pax, kalau sekarang sudah bergeser 100-300 pax. Meskipun peminat pesta pernikahan yang besar dengan jumlah tamu hingga 800 pax tetap ada, tapi memang saat ini tren pesta pernikahan mulai switching ke intimate dengan jumlah undangan hanya 100-300 pax,” jelasnya.

Theo menambahkan, untuk venue intimate wedding di Semarang tidak memiliki banyak pilihan, apalagi untuk venue luar ruangan. Sehingga menurutnya, lokasi pesta pernikahan dengan konsep besar atau intimate wedding tidak terlalu berbeda.

“Jadi walaupun intimate pilihan tempatnya akan tetap sama, seperti restoran, hall ballroom, tapi memang hanya dengan jumlah tamu yang lebih sedikit,” tambahnya.

Kebijakan pemerintah yang mengumumkan bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah resmi berakhir serta aktivitas berskala besar yang sudah berangsur kembali tentu membawa asa bagi Theo dan para wedding organizer di luar sana. Dirinya berharap meskipun tren pernikahan telah berubah ke intimate wedding tetapi kesakralan sebuah pesta pernikahan tetap dapat tersampaikan kepada pengantin dan tamu undangan. (*)

Editor: Ricky Fitriyanto

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp