SEMARANG, 13/3 (beritajateng.tv) – Anggota Komisi III DPR RI Dede Indra Permana Soediro mengungkap modus penyelundupan barang mewah dimana importir mengimpor barang tetapi dalam dokumen impornya tercantum berbeda.
Dia meminta aparat penegak hukum tegas menerapkan sanksi pidana kepada importir dan oknum bea cukai yang terlibat penyelundupan barang mewah.
Dede menegaskan, hal itu perlu aparat lakukan agar tercipta ekosistem niaga yang sehat tanpa ada tendensi apapun.
“Kondisi ini tentu membuat prihatin. Mengingat saat ini kepercayaan publik turun drastis akibat oknum pejabat dirjen pajak yang berpotensi menurunkan tingkat kepatuhan masyarakat membayar pajak. Sekarang juga terdapat oknum yang menyelundupkan barang-barang mewah,” ujarnya, Senin (13/3/2023).
Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, apabila modus ini sudah terkondisikan dengan oknum petugas bea cukai. Maka barang ilegal dengan lancar bisa masuk dan dapat konsumen gunakan di dalam negeri.
Hal inilah salah satu yang membuat penyelundupan marak terjadi.
“Maka saya minta aparat penegak hukum harus tegas menerapkan sanksi pidana kepada importir dan oknum bea cukai yang terlibat,” kata pengusaha asal Semarang tersebut.
Penyelundupan Barang Mewah, Dede soroti regulasi njelimet
Dede Indra Permana menambahkan, tingginya kewajiban dan regulasi yang njelimet saat mengurus dokumen impor berpotensi memunculkan kecenderungan untuk melakukan akal-akalan atau persekongkolan antara petugas dan pengusaha. Karena pengusaha tidak mampu mengeluarkan modal investasi yang begitu besar.
Dede juga berharap SDM dalam tubuh Kementerian, Pajak dan Bea Cukai perlu ada pembenahan. Selain itu, juga harus ada pendalaman akar substansi yang mengakibatkan terjadinya pelanggaran, baik dari pihak petugas pajak maupun dari wajib pajaknya
“Kami mendapatkan aspirasi dari kalangan pengusaha transportasi. Jika pengusaha akan mengimpor truk pengangkut terkena PPN 11 persen, bea masuk 5 persen, dan PPh 2,5 persen. Juga BBNKB hingga Rp 70 juta per unit,” tandasnya.
Padahal sebelum truk tersebut beroperasi, pengusaha harus melengkapinya dengan trailer dan kelengkapan lain.





