SEMARANG, beritajateng.tv – Supaya nggak melulu film horor, cerita Rumah untuk Alie bakal hadir di bioskop dengan kisah yang bikin penonton pada nangis.
Film ini adaptasi dari sebuah novel best seller sehingga ceritanya bakal tidak asing lagi. Sekilas film tersebut bakal menghadirkan cerita perjuangan seorang gadis yang berusaha untuk bertahan demi keluarganya.
Apakah film ini benar-benar hadir dengan kisah yang penuh emosi? Berikut ini akan kami bagikan reviewnya.
Review Film Rumah untuk Alie
Film ini menyuguhkan alur penuh emosi yang menggambarkan bagaimana seseorang bisa terus bertahan meski terus menderita luka batin.
Anantya Kirana, yang berperan sebagai Alie, mengungkapkan bahwa peran ini merupakan tantangan besar baginya karena ia harus mendalami karakter yang mengalami trauma berat.
BACA JUGA: Film Singsot Siulan Kematian, Cek Daftar Pemain Lengkap dengan Profilnya
Sutradara Herwin Novianto juga menggunakan pendekatan yang realistis untuk menggambarkan kondisi yang Alie alami, memungkinkan penonton merasakan penderitaan dan harapan sang tokoh dengan lebih mendalam.
Penulis novel, Lenn Liu, berharap kisah ini bisa menjadi pengingat bahwa setiap orang berhak mendapatkan cinta dan penerimaan, terutama dari keluarga mereka sendiri.
Film ini juga mengajak penonton untuk merenungkan makna rumah yang sejati, bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi sebagai ruang seseorang merasa saling menerima dan mencintai.
Alie adalah anak bungsu dari lima bersaudara yang sejak kecil harus menghadapi perlakuan keras dari ayah dan kakak-kakaknya.
Setelah ibunya meninggal lima tahun lalu, ia menjadi kambing hitam atas tragedi tersebut.
Sejak saat itu, Alie menjadi sasaran kemarahan keluarganya, mengalami perundungan fisik dan emosional di tempat yang seharusnya menjadi tempat perlindungan dan kenyamanan.
BACA JUGA:Rekomendasi Film Indonesia Terbaru Tayang Maret 2025, Lengkap Semua Genre!
Hidupnya di rumah dipenuhi dengan ketidakadilan dan penderitaan. Ayahnya tidak pernah menganggapnya sebagai bagian dari keluarga, sementara kakak-kakaknya terus menyiksanya.





