Investigasi Penyebab Banjir Bandang, Ita: Akan Ada Rakor dengan Wilayah Interline Semarang

Plt Walikota Semarang Hevearita G. Rahayu saat meninjau lokasi banjir limpasan Sungai Beringin.

SEMARANG, 23/11 (BeritaJateng.tv) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang masih terus melakukan investigasi ke beberapa wilayah perumahan dan bangunan yang diduga menyalahi izin lingkungan dan menyebabkan banjir bandang di Wahyu Utomo Kecamatan Ngaliyan Semarang beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, tiga perumahan di Kelurahan Dawung dan Bambankerep Ngaliyan telah diperiksa dokumen izin prinsipnya.

Begitupun dengan perumahan Villa Jatimas Kelurahan Jatibarang Kecamatan Mijen Kota Semarang. Ada dugaan mal administrasi dalam pembangunan ketiga kawasan perumahan tersebut.

Selain ketiga kawasan tersebut, Pemkot semarang juga masih menginvestigasi beberapa wilayah lainnya.

Plt Walikota Semarang, Hevearita Gunaryati Rahayu melaporkan jika investigasi belum selesai. “Terkait investigasi Bambankerep, Kelurahan Dawung, dan Villa Jatimas Mijen dan beberapa tempat yang diduga menjadi penyebab banjir bandang, kami masih belum selesai. Nanti biar inspektorat, Satpol PP, Distaru, dan Disperkim yang melakukan verifikasi investagiasi,” ujarnya.

Ita mengatakan kemungkinan akhir November ini baru akan diumumkan hasil investigasi tersebut.

“Sementara saat ini masih ada beberapa tempat lagi yang diinvestigasi, mungkin akhir November ini akan ketahuan ada berapa lokasi yang akan dilakukan penindakan,” urainya.

“Pihak-pihak yang menginvestigasi tadi sedang menginventarisasi terkait bangunan atau perumahan yang menyalahi izin. Nanti saya minta ada rekapannya dan menjadi bahan laporan,” tambahnya.

Sebelumnya, Ita mengatakan, DPRD Kota Semarang mengusulkan agar ada koordinasi antar Pemda seperti Kendal, Demak, dan Kabupaten Semarang untuk menyelesiakan masalah penyebab banjir secara keseluruhan. Namun Pemkot semarang masih menunggu hasil kajian dari Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah.

“Kemarin dari DPRD Kota Semarang juga menyampaikan di media bahwa perlu juga adanya konsolidasi terintegrasi dengan daerah di sekitar Kota semarang seperti Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Kendal. Nah ini kan kami masih menunggu juga hasil kajian dari Dinas ESDM Provinsi Jateng untuk bagai mana hasilnya,” jelasnya.

Pemkot semarangpun telah menyampaikan usulan konsolidasi antar daerah tersebut kepada Pemprov Jateng.

“Sebelumnya, kami Pemkot semarang sudah menyampaikan bahwa kami mohon dirakorkan antar daerah ini. Tapi rakor antar daerah itu juga menunggu hasil kajian dari Dinas ESDM Pemprov Jateng. Kemarin informasi dari ESDM akan mengadakan rakor dalam seminggu atau dua minggu ini,” tutupnya. (Ak/Ell)

Leave a Reply