Salah satu bintang tamu, Gisella Anastasia, mengaku menikmati pengalaman bertanding di Semarang. Ia menyebut format fun game tetap menantang meski terpenuhi suasana santai.
“Seru banget karena dipasangin sama orang-orang yang belum pernah latihan bareng. Namanya fun game tapi tetap nggak mau main asal-asalan,” kata Gisella.
Ia juga mengapresiasi atmosfer turnamen yang mempertemukan banyak pemain padel dari berbagai daerah. Sesuatu yang jarang ditemui dalam satu event.
“Biasanya susah ketemu pemain-pemain kayak gini. Ini pertama kali juga main event padel di luar kota, dan baru kali ini di Semarang. Keren, makanannya enak, orang-orangnya baik, mainnya juga seru,” ujarnya.
Menurut Gisella, padel kini bukan sekadar olahraga, tetapi juga sarana bersosialisasi dan membangun relasi baru.
“Selain olahraga, padel itu banyak unsur sosialnya. Ketemu orang baru, peluang baru, mungkin itu yang bikin orang-orang suka,” pungkasnya.
BACA JUGA: Anggap Padel Bukan Sekadar Olahraga, Pengamat Adi Prayitno: Tongkrongan Demokratis Warga Kota
Selain itu, ada juga pemain padel nomor satu di Indonesia, Zar Lasahido yang turut meramaikan turnamen tersebut.
“Supportnya unreal karena banyak banget yang datang dan positive vibesnya, very happy to be here,” ujarnya.
Ke depan, IRIS membuka peluang untuk kembali menggelar turnamen serupa sepanjang tahun, memperkuat posisi Semarang sebagai salah satu pusat perkembangan olahraga padel di Jawa Tengah. (*)
Editor: Farah Nazila





