Jaga Kualitas Avtur, DPPU Bandara Adi Soemarmo Lakukan Langkah Ini

DPPU Adi Soemarmo menjaga kualitas Avtur dengan menerapkan berbagai prosedur. /Foto: Ellya.

Semarang, 10/11 (BeritaJateng.tv) – Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Bandara Adi Soemarmo melakukan berbagai langkah untuk menjaga kualitas bahan bakar pesawat terbang atau avtur terlebih di musim penghujan seperti saat ini.

Sebagai objek vital, tidak sembarangan orang diperkenankan masuk ke DPPU Adi Soemarmo yang beralamatkan di Jalan Panasan Baru, Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Lokasinya berdekatan dengan Bandara Adi Soemarmo. Terdapat standar operasional prosedur (SOP) yang harus dilalui bagi yang diizinkan masuk.

Operation Head DPPU Bandara Adi Soemarmo Tengku Nazwar Kusyamsyah mengatakan obyek vital milik Pertamina itu, memiliki kapasitas tangki penyimpanan Avtur sebesar 900 Kilo Liter (KL). Pernyataan itu dikatakan saat ditemui di kantornya, Selasa (18/10).

Tengku menjelaskan, kapasitas bahan bakar Avtur sebesar 900 KL itu terbagi di lima tangki dengan daya tampung 100 KL empat tangki dan satu tangki untuk daya tampung 500 KL.

Menurut Tengku, untuk penjualan Avtur antara 20-25 KL dan permintaan Avtur pesawat terbang tergantung pada jarak terbang. Rerata permintaan setiap maskapai sebesar 3 KL.

“Suplai kita dapat pertama dari kilang Cilacap, ke FT Rewulu dan kemudian ke Amo. Baru kita salurkan ke airlines. Pengiriman kita tidak tiap hari, paling seminggu dua kali. Sekali kirim bisa 32 KL, dan ketahanan stok kita bisa 18 hari,” kata Tengku.

Lebih lanjut Tengku menjelaskan, pihaknya terus menjaga kualitas Avtur dari sejak diterima sampai disalurkan ke pesawat terbang.

Demikian pula bahan bakar avtur sebelum diisikan ke pesawat terbang, terdapat rangkaian prosedur yang dijalankan. Sebab kualitas bahan bakar avtur sangat vital karena menyangkut keselamatan penerbangan. Jangan sampai bahan bakar menjadi persoalan ketika pesawat terbang sudah berada di udara.

Saat di DPPU Adi Soemarmo, dilakukan pengecekan quality control dan baru dimasukkan ke tangki. Saat di tangki, disetting selama dua jam guna mengantisipasi ada endapan kotoran dan setelah itu kembali dilakukan quality control.

Usai dipastikan kualitasnya bagus, selanjutnya baru bisa disalurkan ke airlines. Tangki di DPPU Adi Soemarmo total berkapasitas 900 kiloliter. Sedangkan untuk penerimaan stok rata-rata seminggu dua kali.

Sementara itu Supervisor Receiving Storage and Distribution (RSD) DPPU Adi Soemarmo, Muhammad Ilham Putra Zainudin melanjutkan, saat penerimaan dari Terminal BBM Rewulu melalui mobil tangki kapasitas 24 kiloliter, dan 32 kiloliter. Sebelum masuk, mobil diperiksa oleh security terkait kelengkapan dokumen hingga pengecekan segel yang ada di tangki mobil.

Menurutnya, pasokan Avtur didapat dari kilang Cilacap dan disalurkan ke Fuel Terminal Rewulu sebelum dipasok ke DPPU Adi Soemarmo. Setiap pasokan Avtur dilakukan tiap dua hari sekali sebanyak 80 KL.

“Setelah dokumen clear, dari security selanjutnya dilaporkan ke pengawas regu supervisor. Setelah dinyatakan clear secara dokumen, boleh lanjut ke penerimaan,” kata Muhammad Ilham.

Dalam penerimaan, terdapat langkah yang harus dilalui. Pertama mobil berhenti selama 10 menit. Mobil diam agar tangki tidak goyang sehingga mengendap.

Setelah itu, dilakukan dua kali pengurasan isi pipa. Tujuannya agar isi pipa yang kedua dan ketiga adalah hasil representasi isi mobil tangki tersebut.

Berikutnya dilakukan pengecekan dengan parameter bening atau seperti kuning bulir padi. Dilanjutkan pengecekan secara visual cek, dilanjutkan lagi pengecekan density, temperatur, pengecekan Conductivity unit. Setelah selesai, hasilnya dicatatkan di form yang telah ditentukan.

Berikutnya dilakukan proses penerimaan melalui pompa melewati filter water separator, dan baru masuk ke tangki penimbunan. Selama di tangki penimbunan akan diendapkan selama dua jam.

“Kalau tidak melewati filter water separator, waktunya 1X24 jam. Berhubung kami memiliki filter water separator, dua jam sudah bisa dirilis ketika hasilnya sudah oke hasil quality control,” ucapnya.

Untuk operasional harian di penimbunan, kegiatannya adalah quality control setiap pagi hari. Sampel yang diambil di tangki penimbunan adalah 1 liter. Ukuran 1 liter yang telah dilakukan quality control selanjutnya disimpan di botol sampel dengan penyimpanan 1X24 jam.

Sampel ini sangat penting ketika terjadi sesuatu dalam penerbangan, yakni sebagai salah satu alat investigasi dari sisi bahan bakar. Sedangkan dalam proses penyaluran, dari tangki timbun melewati pompa dan masuk ke filter water separator, dan masuk ke mobil refueler.

“Kami memiliki empat mobil refueler, masing-masing 25 kiloliter,” ujarnya.

Ilham menyebutkan, dalam upaya menjaga kualitas Avtur itu pihaknya setiap hari selalu melakukan kontrol. Tidak hanya saat pasokan datang, tetapi juga pengontrolan dilakukan ketika hari diguyur hujan.

“Kita pastikan tidak ada percampuran dengan air hujan. Kalau usai hujan deras kita lakukan pemeriksaan, dan jangan sampai ada air yang bercampur. Batas toleransi air itu 30 ppm,” pungkasnya.

Dalam pengisian bahan bakar pesawat, menyesuaikan permintaan dari maskapai penerbangan. Dalam bon order, secara administratif dituliskan proses pengisian mulai dari kedatangan pesawat, jam standby mobil, jam proses pertama kali avtur masuk ke pesawat.

“Sebelum masuk ke pesawat, di mobil ada namanya filter monitor yang berguna untuk menyaring air atau padatan,” ucapnya.

Setelah selesai pengisian, selanjutnya dicatat di bon yang terdiri atas empat rangkap. Bon putih dan biru untuk DPPU, sedangkan bon merah dan hijau untuk airline.

“Setelah pengisian selesai, kami kembali ke DPPU dan langsung dilakukan proses pengisian ulang ke mobil refueler. Kami pastikan untuk kondisi mobil ke depan selalu penuh,” katanya.

Dari total kapasitas tangki di DPPU Adi Soemarmo, lanjutnya, tidak diisi full karena ada sistem safety, yakni maksimal 98 persen dari kapasitas untuk pernapasan di tangki.

DPPU Adi Soemarmo Solo telah berstandar internasional, dan memegang ISO 9.001, 45.001 dan ISO 14.001. Khusus pengisian VVIP, pihaknya melakukan persiapan lebih awal karena ada permintaan dari tim pengamanan.

Diketahui, DPPU Adi Soemarmo memegang prinsip 5 zero. Pertama zero accident, pihaknya dilarang berperilaku yang menyebabkan accident. Kedua dilarang zero delay, atau telat melakukan refueling (pengisian bahan bakar).

Ketiga zero tolerance atau berkaitan dengan proses pengisian, yakni tidak boleh kurang atau lebih. Keempat, zero mistake atau tidak boleh ada kesalahan pencatatan dalam administrasi mulai penerimaan hingga penyaluran. Dan kelima zero off-spec dengan selalu menjaga mutunya. (Ak/El)

Leave a Reply