Salah satu calon murid yang menjalani daftar ulang di hari pertama ialah Konjara, lulusan SMP Negeri 10 Semarang. Konjara mengaku berhasil lolos melalui jalur domisili dengan jarak rumah sekitar 1,1 kilometer dari sekolah.
“Iya. Jaraknya 1,1 kilometer. Rumah saya di daerah RSUP Dr Kariadi,” ujar Konjara.
Ia datang membawa sejumlah dokumen yang menjadi syarat daftar ulang, mulai dari Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, nilai rapor, hingga bukti pendaftaran.
“Tadi bawa KK, akta kelahiran, terus sama nilai rapor dan bukti pendaftarannya. Iya, bawa fotokopi nilai rapor dari kelas 7 semester 1 sampai kelas 9,” tuturnya.
Sempat Terpental dari Jalur Prestasi, Akhirnya Lolos Domisili Prestasi
Cerita berbeda datang dari Bahtiar, orang tua salah satu calon murid asal SMP Negeri 1 Semarang. Warga Manyaran, Kecamatan Semarang Barat tersebut mengaku sempat cemas saat proses pendaftaran berlangsung.
Mulanya, anak Bahtiar mencoba bersaing melalui jalur prestasi murni, namun namanya sempat keluar dari daftar penerimaan.
“Jarak rumah dari tempat tinggal saya sekitar 3 kilometer, saya mendaftarkan anak pakai jalur domisili prestasi. Kebetulan daerah saya masih masuk cakupan domisili juga,” ujar Bahtiar.
Ia kemudian mengalihkan pilihan ke jalur domisili prestasi. Langkah tersebut akhirnya membawa anaknya lolos ke SMAN 1 Semarang.
“Sempat terpental dari jalur prestasi murni. Kemarin di jalur prestasi posisinya sempat turun dan hilang namanya. Akhirnya langsung kita alihkan pendaftarannya ke jalur domisili prestasi. Alhamdulillah ternyata masuk,” katanya.
BACA JUGA: Berharap Segera Terima MBG, SMAN 1 Semarang Tetap Waspadai Kasus Keracunan
Bahtiar juga mengakui nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) memberikan pengaruh besar dalam persaingan tahun ini.
“Yang pastinya masuk ke nilai rata-rata, kan dibagi. Sangat signifikan pengaruhnya untuk tahun ini. Dari nilai rapor dibagi, ada rumusnya dari dinas,” jelasnya.
Ia menyebut anaknya memperoleh nilai TKA Bahasa Indonesia di atas 93.
“Alhamdulillah dapat 93 lebih,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





