“Kemarin yang melakukan verifikasi di sini mencapai 692 anak, meningkat ya. Tahun lalu hanya berkisar 500 pendaftar, sekarang mencapai 692. Jadi lumayan meningkat tajam,” kata Budi.
Menurutnya, peningkatan jumlah pendaftar turut dipengaruhi kapasitas pelayanan sekolah yang mampu menampung calon murid dalam jumlah besar selama proses verifikasi.
“Kemarin situasinya agak penuh karena kebetulan kita membuka pelayanan di aula yang besar. Calon murid baru melihat kita masih mampu menampung pendaftar, sehingga yang datang jauh lebih banyak,” jelasnya.
Meski jumlah pendaftar meningkat, kuota penerimaan SMAN 1 Semarang tetap sama seperti tahun sebelumnya.
Kuota tersebut terbagi ke dalam 12 rombongan belajar dengan kapasitas masing-masing 36 siswa.“Kuota kami 432 siswa. Kami membuka 12 rombel, masing-masing rombel berisi 36 siswa,” katanya.
BACA JUGA: Sistem SPMB Jateng Sempat Error, Gus Yasin Telusuri Aduan Orang Tua yang Gagal Daftarkan Anaknya
Budi menambahkan, sekolah masih membuka empat jalur penerimaan yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Kami membuka jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi,” tuturnya.
Budi mengaku pelaksanaan daftar ulang hari pertama berjalan lancar. Ia menilai seluruh tahapan SPMB mulai dari pembuatan akun hingga daftar ulang berlangsung tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah di SMAN 1 Semarang mulai dari awal pembuatan akun, verifikasi, pengumuman, hingga hari ini daftar ulang, semuanya berjalan dengan baik,” ujarnya.
Meski demikian, sekolah sempat menerima sejumlah persoalan saat tahapan pendaftaran berlangsung. Mayoritas kendala berasal dari kesalahan pengisian data oleh calon murid maupun orang tua.
“Kendala awal-awal kemarin memang ada berkas yang harus kita tolak bolak-balik karena datanya salah. Input dari orang tua maupun anaknya keliru, sehingga sistem menolak sampai tiga kali,” jelas Budi.
Adapim sistem akan terus mengembalikan berkas selama data yang diunggah belum sesuai ketentuan.
“Karena kita melayani sistem secara daring, jadi kalau ada berkas yang salah, data itu akan kembali lagi berkali-kali. Kendalanya hanya seputar itu saja,” tambahnya.





