SEMARANG, beritajateng.tv – Provinsi Jateng akan segera memiliki dua bandara internasional. Setelah Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang kembali berstatus internasional, kini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng tengah mengajukan Bandara Adi Soemarmo Solo agar naik status pula.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menyebut pengajuan tersebut sudah berjalan dan mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Hal itu Miko ungkap saat beritajateng.tv jumpai di Kompleks DPRD Provinsi Jawa Tengah, belum lama ini.
“Bandara Adi Soemarmo insyaAllah tahun ini juga akan menjadi internasional dan itu pintu gerbang Jawa Tengah untuk membangun sub-regional dan regional. Dukungan untuk pariwisata, ketenagakerjaan, pabrik-pabrik yang investasi besar di Jawa Tengah kan banyak sekali masuk. Kalau sudah internasional itu pasti luar biasa,” ujar Miko, sapaan akrabnya.
Miko menilai, langkah itu sekaligus menjadi wujud komitmen Pemprov Jawa Tengah dalam memperkuat aksesibilitas transportasi.
BACA JUGA: Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang Raih Juara I Ajang Ensia 2025
Momentum Hari Perhubungan Nasional 2025 yang jatuh pada 17 September 2025 lalu ia sebut menjadi refleksi penting untuk menggenjot pembangunan sektor transportasi di Jawa Tengah.
“Sebetulnya ini bagian dari upaya yang sudah Bapak Gubernur lakukan. Komitmen beliau bagaimana pembangunan sektor transportasi bisa meningkatkan konektivitas, aksesibilitas, untuk pemerataan pembangunan di Jawa Tengah,” jelasnya.
Miko menambahkan, integrasi multimoda terus digarap. Dinas Perhubungan Jawa Tengah, kata Miko, berupaya menyambungkan moda primer seperti bandara, pelabuhan, dan kereta api dengan transportasi publik regional seperti Trans Jateng dan Trans Semarang.
“Kemarin kan kami launching si-Anteng menggunakan QRIS Bank Jateng. Nanti Oktober tanggal 1 kita pakai QRIS, jadi modernisasi ini agar akuntabilitas untuk Jateng semakin meningkat,” tambahnya.
Dinas Perhubungan siapkan koridor baru Trans Jateng pada 2027
Selain bandara, Dinas Perhubungan Jawa Tengah juga menyiapkan perluasan koridor Trans Jateng. Miko menyebut pihaknya akan mematangkan rencana koridor baru Trans Jateng sebelum resmi meluncur pada 2027 mendatang.
“Pada 2026 kami mematangkan koridor-koridor yang kami harapkan bisa terbentuk. Sesuai RPJMD, tahun 2027 ada dua koridor yang kami siapkan matang. Tapi nanti juga tergantung pada kesiapan kabupaten kota. Kami berharap bukan hanya provinsi yang nge-push, tetapi bagaimana kesiapan kabupaten/kota,” katanya.
Dua koridor yang tengah pihaknya siapkan yakni perluasan rute Purworejo-Wonosobo-Magelang-Mungkid-Temanggung (Purwo-Manggung).
Miko juga membuka peluang percepatan pembukaan koridor jika progres di lapangan berjalan lancar.
“Kalau progresnya baik sekali, ada kemungkinan Pak Gubernur melakukan percepatan-percepatan yang lain,” pungkas Miko. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





